RI Impor Kurma US$ 42 Juta Sampai Maret 2021

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 14:46 WIB
Pasar Tanah Abang, Jakarta, juga memiliki puluhan jenis kurma yang dijual. Bahkan, satu toko per harinya bisa menjual sebanyak 1 ton lho.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor kurma terjadi peningkatan dari awal tahun hingga Maret 2021. Jika ditotal, nilainya impor kurma yang dilakukan Indonesia mencapai Rp 42,3 juta.

"Kalau beberapa barang yang khusus Lebaran, khususnya kurma karena kita tidak memproduksi kurma," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference, Kamis (15/4/2021).

Dia menyebut, nilai impor kurma yang dilakukan Indonesia selalu meningkat dari US$ 10,3 juta di Januari, lalu US$ 14,9 juta di Februari, dan US$ 17,1 juta di Maret. Dengan begitu, total nilainya US$ 42,3 juta pada kuartal I-2021.

"Jadi dari Januari sudah ada dan itu impor dari beberapa negara," katanya.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menyebut, langkah impor kurma menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga di pasar. Apalagi kurma merupakan buah atau makanan yang tidak diproduksi langsung di tanah air. Oleh karena itu, pasokan kurma harus dipenuhi melalui impor dan pasokan juga berpengaruh terhadap stabilitas harga dari kurma itu sendiri.

"Ada 3 pengimpor utama, Mesir, Tunia, dan Arab Saudi. Itu impor utama kurma," ungkapnya.

Namun demikian, berdasarkan catatan BPS, nilai kumulatif impor kurma di kuartal I-2021 yang mencapai US$ 42,3 juta ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 54,2 juta.

Pada Maret 2021, yang angka impor kurmanya mencapai US$ 17,1 juta, ternyata menurun 33,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 25,9 juta.

Tonton juga Video: Borong Aneka Kurma untuk Buka Puasa

[Gambas:Video 20detik]



(hek/fdl)