Tarif Pelabuhan Naik, Pengusaha Mainan Terancam Gulung Tikar

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 12:06 WIB
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi menjadi poros maritim dunia. Yuk, lihat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Beberapa tarif di pelabuhan Tanjung Priok mengalami kenaikan mulai 15 April kemarin. Adapun tarif yang naik itu di antaranya tarif jasa pelabuhan seperti pelayanan untuk lift on-lift off (Lo-Lo) maupun storage peti kemas internasional (ekspor-impor).

Penyesuaian tarif itu ditolak mentah-mentah oleh para importir terutama importir mainan. Menurut Penasehat Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Sandi Vidhianto penyesuaian tarif di pelabuhan itu tak hanya berimbas pada kenaikan harga produk, lebih parahnya bisa memicu lebih banyak pelaku industri mainan yang gulung tikar hingga banting setir.

"Sudah banyak (yang gulung tikar) sampai ada yang pulang kampung, ada yang jadi klontong, karena memang sudah nggak kuat, dan banyak yang beralih ke FnB (food and beverage). Ada yang jual kopi, jual makanan frozen. (Tarif pelabuhan naik) Pasti akan banyak (yang gulung tikar atau banting setir)," ujar Sandi kepada detikcom, Jumat (16/4/2021).

Sandi menceritakan, sejak ada pandemi omzet rata-rata para pelaku industri mainan anjlok lebih kurang hingga 70%. Walaupun e-commerce kini sedang geliat-geliatnya, tak memberi dampak yang signifikan bagi para pelaku mainan. Sebab, sumber utama pendapatan pelaku mainan adalah dari toko-toko ritel mereka yang didatangi pengunjung secara langsung. Sehingga, kalaupun ada peningkatan omzet paling mentok sampai 15% dari kondisi terpuruk masa pandemi.

"(Hanya naik sekitar 10-15%) betul," katanya.

Tak hanya itu, pengangguran dari industri ini pun diprediksi akan meningkat bila pengusahanya sudah tak sanggup lagi bertahan.

"Kalau rontok satu demi satu akhirnya pengangguran akan meningkat," imbuhnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah bisa menunda kenaikan tarif-tarif tadi bahkan kalau bisa diturunkan.

"Harapannya begini kita harus ada satu keputusan yang strategis untuk menstimulus ekonomi dalam negeri dulu, harapannya yang pasti tidak ada kenaikan, malah ada penyesuaian ke bawah harusnya supaya semua bisa memberikan harga yang lebih tepat, ada profit masuk, bisa bertahan," tuturnya.

(eds/eds)

Tag Terpopuler