Olahan Rempah Produk Binaan Pertamina Sukses Tembus Pasar Global

Erika Dyah - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 12:49 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Program Kemitraan PT Pertamina (Persero) turut berkontribusi dalam memanfaatkan potensi rempah Nusantara. Adapun kontribusi ini diberikan melalui pembinaan pada pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) untuk menghasilkan produk maupun olahan rempah yang bermutu tinggi dengan kualitas ekspor.

Diketahui, pembinaan dari program kemitraan Pertamina sudah diterapkan kepada pemilik usaha Rumah Rempah Noni, Patrisia Lesmana. Patrisia mengatakan ia memiliki misi khusus terkait usaha rempah yang sedang ia jalani.

"Saya punya impian bisa mengenalkan rempah nusantara olahan kami ke kancah global. Akhirnya, sedikit demi sedikit mimpi itu mulai terwujud," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/4/2021).

Patrisia mengungkap mimpinya terkait usaha di bidang rempah yakni untuk dapat menyejahterakan para petani rempah. Ia menambahkan, hal ini juga yang mendasarinya membuat Rumah Rempah Noni.

"Saat ada penugasan di Sukabumi, saya banyak berbincang dengan petani rempah. Di sanalah muncul hasrat untuk bisa membantu para petani ini menyalurkan dan memperbaiki kualitas produknya," terangnya.

Ia menjelaskan beberapa produk olahan rempah yang diproduksi Rumah Rempah Noni telah berhasil menembus pasar ekspor. Adapun produk tersebut antara lain ginseng, kelor, kayu manis, cengkeh dan lainnya.

Ia pun merinci setidaknya terdapat beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor rempah olahannya seperti Arab, Amerika, China dan Kanada.

Patrisia mengatakan seluruh petani binaannya telah di-training dengan standar internasional. Pelatihan ini mencakup proses pemetikan, pencucian, pengeringan, hingga pengiriman produk untuk dapat diolah di tempat produksi di Jalan Gunung Sahari X No. 16, Jakarta Pusat.

Ia mengatakan upaya ini dilakukan agar produknya mudah diterima secara luas dan tentu saja berkualitas ekspor.

Selain memberdayakan petani, lanjut Patrisia, usaha rempah ini juga menggandeng 10 orang yang mayoritas adalah ibu rumah tangga untuk membantu proses pengemasan produk.

Ia mengatakan, berkat dedikasi dan keuletan, Rumah Rempah Noni mampu menghasilkan omzet hingga Rp 1,44 miliar setiap tahunnya. Adapun hal ini juga disebutnya sebagai salah satu implementasi SDGs tujuan ke-8 yakni menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengapresiasi bisnis yang dijalani oleh Patrisia. Ia mengatakan Pertamina akan terus mendukung pengembangan produk-produk lokal agar lebih mendunia, termasuk juga pemanfaatan rempah-rempah yang melimpah di Indonesia.

"Jika UKM naik kelas, maka diharapkan dapat menimbulkan multiplier effect yaitu terciptanya lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi," pungkas Eko.

Eko menegaskan, melalui Program Kemitraan ini, Pertamina ingin dapat menghadirkan energi yang menggerakkan roda ekonomi. Ia menjelaskan energi yang dimaksud agar dapat menjadi bahan bakar serta menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

"Pertamina akan mendukung UKM Indonesia agar lebih berdikari dengan pendampingan intensif yang kami berikan hingga UKM bisa terus naik kelas," ujarnya.

Selain mengimplementasikan SDGs, kata Eko, Pertamina juga berupaya menjalankan ESG terutama di bidang sosial. ESG atau Environmental, Social & Governance (ESG) Management, merupakan langkah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya yang berfokus pada keberlanjutan bisnis secara jangka panjang.

Ia menilai dengan cara ini Pertamina yakin dapat senantiasa menghasilkan manfaat ekonomi di masyarakat sesuai dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.

Untuk informasi terkait syarat bergabung menjadi mitra binaan Pertamina Anda dapat lihat di tautan berikut https://www.pertamina.com/id/program-kemitraan.

(mul/ega)