Begini Caranya Biar Hutan Nggak Gundul tapi Ekonomi Tetap Mantul

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 14:33 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Kementerian PUPR menggarap jalan Trans Papua di Papua Barat sepanjang 1.070, 62 km. Salah satunya di segmen 1 ruas Sorong-Maybrat-Manokwari (594,81 km), Yuk, lihat foto-fotonya.
Foto: Pool/BP Jalan Nasional XVII Papua Barat.
Jakarta -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan komitmen Indonesia untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan perkembangan ekonomi. Dia menyebutkan Indonesia akan mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

Hal ini diungkapkan Airlangga dalam forum dialog internasional Forest, Agriculture, and Commodity Trade (FACT). Indonesia, yang diwakili Airlangga, memimpin diskusi tersebut.

"Ini dialog terbuka antara negara-negara produsen dan konsumen dalam masalah keberlanjutan guna mempromosikan dan meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial serta perlindungan lingkungan," ujar Airlangga dalam keterangannya, Jumat (16/4/2021).

Dia mengatakan di tengah banyaknya kebijakan perdagangan yang restriktif dari negara-negara Eropa, Indonesia justru telah mengambil langkah-langkah konkret sebagai negara yang menjaga perlindungan lingkungan di tengah perkembangan ekonomi.

Salah satu caranya adalah Indonesia juga telah melakukan penguatan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Pada tahun 2020, Indonesia juga telah berhasil menurunkan 91,84% luas area kebakaran lahan dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Airlangga, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, kebakaran hutan di Indonesia pada tahun lalu hanya seluas 300.000 hektare, sementara itu di Amerika Serikat mencapai 3,5 juta hektare.

Kemudian, di Uni Eropa seluas 400.000 hektare, lalu di Amerika Selatan seluas 2,2 juta, dan 18,6 juta hektare di Australia pada periode yang sama.

Airlangga juga menjelaskan upaya lainnya yang telah dilakukan pemerintah dalam mewujudkan pemanfaatan hutan dengan tetap melestarikan lingkungan. Mulai dari penerapan sistem jaminan legalitas kayu dan minyak sawit, kemudian upaya pengurangan kayu ilegal dan deforestasi.

Kemudian, Indonesia juga melakukan restorasi dan rehabilitasi lahan gambut serta menetapkan lahan konservasi.

"Upaya ini dilakukan untuk mengurangi emisi sebesar 29% di 2030 dan bahkan bukan tak mungkin dengan dukungan kerjasama internasional diperkirakan dapat dikurangi hingga 41% emisi di 2030," ujar Airlangga.



Simak Video "Erick Thohir Prediksi Akhir Tahun 2021 Ekonomi RI Tumbuh 4-5%"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/dna)