Sudah Serap 2,7 Orang, Prakerja Bantu Pemulihan Ekonomi?

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 15:41 WIB
Program Prakerja Tak Efektif di Tengah Pandemi
Foto: detik
Jakarta -

Program Kartu Prakerja dinilai banyak pihak perlu dilanjutkan oleh pemerintah. Keberlanjutan program ini juga sangat berdampak pada pemulihan ekonomi nasional.

Program Kartu Prakerja sampai saat ini sudah menerima 2,7 juta peserta. Angka tersebut tersebar ke beberapa gelombang mulai dari gelombang 12 sampai 16. Masing-masing gelombang menerima 600.000 peserta, hanya elombang 16 yang menerima 300.000 peserta.

Ekonom Center of Reform of Economics (CORE), Yusuf Rendi Manilet menilai program Kartu Prakerja mengatakan dua manfaat yang diterima peserta Kartu Prakerja yakni pelatihan keterampilan dan bantuan tunai menjadi kata kunci dalam keberhasilan program Kartu Prakerja.

"Jadi dari ukuran ini sebenarnya program ini berhasil menjadi salah satu program pemerintah yang mendorong proses pemulihan ekonomi di tahun lalu. Saya kira jika tahun ini dilanjutkan juga akan ikut mendorong proses pemulihan ekonomi," kata Yusuf saat dihubungi, Jumat (16/4/2021).

Yusuf mengatakan sejak digulirkannya program Kartu Prakerja ini, proses pemulihan ekonomi nasional terjadi.

"Terlepas dari kontroversinya saya kira kurang tepat kalau program ini dihentikan apalagi dari konteks upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi," tambahnya.

Meski punya kekurangan, tapi program Kartu Prakerja masih bisa diperbaiki dan ditingkatkan dalam upaya meningkatkan proses pemulihan ekonomi. Adapun hal yang perlu diperbaiki menurut Yusuf adalah penambahan jenis pelatihan yang ditawarkan dan proses verifikasi penerima, agar lebih tepat sasaran.

Lanjut halaman berikutnya soal Prakerja.

Yusuf menjelaskan untuk mengukur keberhasilan program Kartu Prakerja secara menyeluruh diperlukan waktu yang relatif tidak singkat.

"Setidaknya minimal evaluasi dari bantuan ini bisa dilihat 2-3 tahun dari program ini berjalan. Apakah misalnya pengangguran di Indonesia akan mengalami penurunan," katanya.

"Kemudian apakah ada terjadi peningkatan proporsional kepada para pekerja yang tadinya bekerja di sektor informal kemudian naik kelas jadi sektor formal, ini merupakan beberapa ukuran yang bisa dinilai dari keberhasilan kartu prakerja ini," tambahnya.

Melalui program Kartu Prakerja, pemerintah memberikan insentif kepada para pesertanya. Setiap peserta bisa mendapat sebesar Rp 3.550.000. Dari angka tersebut, Rp 1.000.000 tidak bisa diuangkan karena untuk dana pelatihan, jika tidak mengikuti pelatihan maka kepesertaan akan hangus dan uang akan dikembalikan ke kas negara.

Sisanya yakni Rp 2.550.000 bisa dipegang masyarakat jika mengikuti pelatihan Kartu Prakerja. Nantinya, manfaat itu diberikan setelah mengikuti pelatihan yang akan ditransfer Rp 600.000 selama empat bulan, dan jika mengisi survei sebanyak 3 kali akan dapat insentif tambahan sebesar Rp 150.000.

Berdasarkan aturan yang berlaku, program Kartu Prakerja terbuka bagi semua warga negara Indonesia (WNI) yang berusia 18 tahun ke atas dari kalangan pencari kerja atau pengangguran termasuk lulusan baru dan korban PHK.

Selanjutnya para pekerja seperti buruh atau karyawan, wirausaha, dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal. Dalam beleid ini, yang dilarang mengikuti program Prakerja adalah penerima bansos Kementerian Sosial (DTKS), penerima BSU atau BPUM atau penerima Prakerja tahun sebelumnya, TNI/Polri, pegawai negeri sipil (PNS), anggota DPR/DPRD, dan pegawai BUMN/BUMD.

(hek/fdl)