Penyebab India Diterjang 'Tsunami' COVID-19, RI Bisa Belajar Nih

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 07:00 WIB
Jakarta -

Gelombang tsunami COVID-19 menerjang India. Padahal negeri Bollywood masuk jajaran negara yang cepat melaksanakan vaksinasi dan menurunkan kasus aktif. Hanya saja India dinilai lengah sehingga diterjang tsunami COVID-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penyebab India yang diterjang tsunami COVID-19. Dia mengatakan, ada dua penyebab India diterjang tsunami COVID-19. Pertama, karena varian baru atau mutasi. Kedua, India mengendurkan protokol kesehatan karena terlena dengan keberhasilan menurunkan kasus aktif dan pelaksanaan vaksinasi.

"Mereka lupa, mereka kurang waspada, mereka mengendorkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," katanya seperti yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (19/4/2021).

Dia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan mulai dari mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak (3M).

Masyarakat juga diminta untuk menjalankan kebijakan PPKM mikro dengan baik. Sebab, kebijakan tersebut sudah berhasil menurunkan laju penularan, tingkat keterisian rumah sakit juga menurun.

"Tolong, kita jaga diri kita, kita tetap, waspada, kita tetap hati-hati, kita tetap disiplin menjalankan protokol 3M, kita tetap mematuhi aturan PPKM Mikro, yang menurut kami sudah baik jalannya, kalau itu bisa dijalankan insyaallah di masa Ramadhan ini dan Idul Fitri kita tidak usah mengalami apa yang ada di India," ungkapnya.

Negara tersebut melaporkan 260.778 kasus baru COVID-19 per Sabtu (17/4/2021), berdasarkan catatan Worldometers.

Pakar India menduga varian baru virus Corona menular lebih cepat saat kebanyakan warga di sana tak lagi mengkhawatirkan bahaya COVID-19. Bahkan, ratusan orang nekat menggelar pesta pernikahan besar-besaran dalam beberapa bulan terakhir.

Disusul mandi bersama para warga terkait ritual menghapus dosa. Di sisi lain, warga India juga tampak santai beraktivitas tanpa menggunakan masker dan kerap berkerumun di fasilitas umum seperti pasar.

Belum lagi soal demonstrasi politik dalam pemilihan yang sedang berlangsung di India, tepatnya di Tamil Nadu yang melibatkan ribuan orang. Pakar melihat, gelombang kedua Corona India yang tengah dihadapi justru lebih parah dari gelombang pertama COVID-19.

"Orang-orang menjadi sangat terlena, bertindak seolah-olah virus itu telah hilang, yang tidak masuk akal," kata Senthil, ahli urologi di Coimbatore, Tamil Nadu, dikutip dari The Guardian.

(hek/ara)