Rezeki Nggak ke Mana, Netflix Makin Banyak Saingan Malah Untung Terus

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 12:18 WIB
ISTANBUL, TURKEY - MARCH 23:  The Netflix App logo is seen on a television screen on March 23, 2018 in Istanbul, Turkey. The Government of Turkish President Recep Tayyip Erdogan passed a new law on March 22 extending the reach of the countrys radio and TV censor to the internet.  The new law will allow RTUK, the states media watchdog, to monitor online broadcasts and block content of social media sites and streaming services including Netflix and YouTube. Turkey already bans many websites including Wikipedia, which has been blocked for more than a year. The move came a day after private media company Dogan Media Company announced it would sell to pro-government conglomerate Demiroren Holding AS. The Dogan news group was the only remaining news outlet not to be under government control, the sale, which includes assets in CNN Turk and Hurriyet Newspaper completes the governments control of the Turkish media.  (Photo by Chris McGrath/Getty Images)
Foto: Chris McGrath/Getty Images
Jakarta -

Sejak Netflix menjadi layanan streaming yang paling menguntungkan di tengah pandemi COVID-19. Di sisi lain banyak layanan streaming baru bermunculan, termasuk Disney+ yang meluncur pada 12 November 2019.

Sejak itu, AT&T's HBO Max, Comcast NBCUniversal's Peacock, ViacomCBS 'Paramount +, Discovery's Discovery +, dan AMC Networks' AMC + semuanya bermunculan sebagai pesaing Netflix.

Mengutip CNBC, Selasa (20/4/2021), meski kini banyak pesaing, tahun lalu saham Netflix telah meningkat lebih dari 87%. Netflix akan melaporkan pendapatan kuartal I-2021 hari ini, setelah penutupan perdagangan.

Analis mengharapkan harga saham layanan streaming itu jadi US$ 2,97 per saham, naik 89% dari tahun lalu, dengan pendapatan US$ 7,13 miliar, naik 24%.

Selama 2020, saat banyak orang harus mengisolasi diri akibat pandemi, Netflix menambahkan 37 juta pelanggan global baru. Itu adalah penambahan rekor pelanggan terbaru dari rekor sebelumnya yang bertambah 28,6 juta pelanggan pada 2018.

Menurut survei Morgan Stanley tingginya pelanggan Netflix karena sejumlah orang percaya Netflix memiliki konten asli dan terbaik di antara layanan streaming lainnya. Dalam survei tersebut Netflix menempati kedudukan nomor satu melampaui Amazon Prime Video di urutan kedua.

Kini secara total Netflix sudah memiliki lebih dari 200 juta pelanggan global. Memiliki jangkauan global semacam itu adalah nilai jual yang sangat besar bagi pembuat konten.

"Strategi kami sederhana, jika kami dapat terus meningkatkan Netflix setiap hari untuk lebih menyenangkan anggota kami, kami dapat menjadi pilihan pertama mereka untuk hiburan streaming," tulis Netflix dalam surat pemegang saham bulan Januari.

Lihat juga Video: 'Bridgerton' akan Dibuat Hingga Season 4, Ini Bocorannya...

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)