'Netflixnya Indonesia' VS Netflix, Mana yang Terbanyak Penggunanya?

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 10 Apr 2021 10:15 WIB
ISTANBUL, TURKEY - MARCH 23:  The Netflix App logo is seen on a television screen on March 23, 2018 in Istanbul, Turkey. The Government of Turkish President Recep Tayyip Erdogan passed a new law on March 22 extending the reach of the countrys radio and TV censor to the internet.  The new law will allow RTUK, the states media watchdog, to monitor online broadcasts and block content of social media sites and streaming services including Netflix and YouTube. Turkey already bans many websites including Wikipedia, which has been blocked for more than a year. The move came a day after private media company Dogan Media Company announced it would sell to pro-government conglomerate Demiroren Holding AS. The Dogan news group was the only remaining news outlet not to be under government control, the sale, which includes assets in CNN Turk and Hurriyet Newspaper completes the governments control of the Turkish media.  (Photo by Chris McGrath/Getty Images)
Foto: Chris McGrath/Getty Images
Jakarta -

Comscore merilis data terbaru mengenai jumlah pengguna aktif layanan Over the Top (OTT) selama Februari 2021 di Indonesia. Ada nama PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) yang menaungi Vision+ atau 'Netflixnya Indonesia' dan Netflix.

Mana yang paling banyak penggunanya?

Pertama, RCTI+ yang berada di bawah naungan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berada di urutan nomor satu dengan jumlah pengguna aktif sebanyak 19,81 juta Monthly Active User (MAU) pelanggan.

Menurut Chief Operating Officer RCTI+ Helmi Balfas, RCTI+ merupakan layanan tak berbayar yang menyediakan kepada pelanggan akses menonton program acara televisi free-to-air (FTA), baik secara tunda maupun secara langsung (live).

"Layanan OTT ini juga menyediakan informasi menyeluruh mengenai seluruh program-program acara televisi baik yang sudah tayang, sedang tayang, akan tayang, maupun yang belum akan tayang," ujarnya, Sabtu (10/4/2021).

Selain itu, pelanggan dapat menonton semua tayangan televisi baik di RCTI, MNCTV, GTV maupun iNews di mana saja dan kapan saja.

Kedua, Vision+ yang berada di urutan kedua dengan jumlah MAU sebanyak 11,77 juta. Jumlah ini tentunya sangat besar bila dibandingkan dengan kompetitor. Vision+ yang berada di bawah naungan PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) merupakan layanan OTT berlangganan dan menyediakan kepada pelanggan akses menonton film, TV seri, dan live TV.

Selain itu, Vision+ menghadirkan lebih dari 50 channel lokal, internasional, dan premium seperti tvN, tvN Movies, Thrill, Zee, dan lainnya serta ribuan jam film atau serial TV favorit keluarga Indonesia.

Ketiga, platform Vidio.com meraih 8,73 juta MAU pada Februari lalu. Penyedia layanan OTT di bawah Emtek Group ini lebih mengedepankan serial atau konten-konten lokal.

Keempat, Netflix. Layanan streaming yang menawarkan berbagai acara TV pemenang penghargaan, film, anime, dan dokumenter yang terhubung ke internet ini memiliki 2,65 juta MAU.

Kelima, Viu. Platform streaming drama Korea VIU yang menyediakan beberapa drama lama atau terbaru dengan terjemahan bahasa Indonesia ini memiliki 2,48 juta MAU.

Keenam, Iflix. Layanan video on demand (VOD) asal Malaysia ini memiliki MAU sebanyak 1,66 juta.

Ketujuh, Disney Hotstar. Layanan streaming film dan serial milik perusahaan Walt Disney ini memiliki jumlah MAU sebanyak 1,57 juta.

(ara/ara)