Arab Investasi Rp 7 T ke Aceh, Luhut Siapkan Pelabuhan-Bandara

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 22 Apr 2021 13:04 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Uni Emirat Arab akan melakukan investasi pariwisata di Kepulauan Banyak, Kabupaten Singkil, Aceh. Hal ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang diteken saat Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al-Mazroui datang ke Indonesia awal Maret lalu.

Luhut mengatakan, untuk menunjang investasi tersebut pemerintah akan membangun dukungan infrastruktur yang mumpuni. Beberapa di antaranya adalah pendirian Pelabuhan Singkil dan Bandara Syekh Hamzah Fansyuri.

"Saya yakin ini dapat kasih kontribusi banyak bagi perekonomian Aceh," kata Luhut dalam acara rapat koordinasi pembangunan di Aceh, dikutip dari keterangannya, Kamis (22/4/2021).

Dia menjelaskan Uni Emirat Arab (UEA) akan menanamkan investasi senilai kurang lebih US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,15 triliun khusus di Kepulauan Banyak.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyambut baik rencana investasi tersebut. Dia menilai Kabupaten Singkil akan menjadi sentra pariwisata dengan investasi dari UEA.

"Ini juga akan membuka banyak lapangan pekerjaan," kata Sandiaga.

Dalam catatan detikcom, Murban Energy yang akan menggarap proyek ini. Murban Energy merupakan perusahaan yang memiliki portofolio investasi yang mencakup pengembangan resor mewah di Maladewa dan Seychelles.

Menurut pernyataan Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis, salah satu pertimbangan untuk mengembangkan proyek di Aceh adalah hanya berjarak lima jam dari UEA dengan menggunakan pesawat.

Kembali ke Luhut dalam rapat koordinasi pembangunan di Aceh, dia juga membahas mengenai potensi energi baru terbarukan yang besar untuk dikembangkan.

Secara rinci peluang pengoptimalan energi baru terbarukan di Aceh sebesar 25,31 giga watt. Jumlah ini terdiri dari 1,2 giga watt energi panas bumi, 16,4 giga watt energi surya, 6,6 giga watt energi hidro, 0,89 giga watt energi angin, dan 0,22 giga watt bioenergi.

Salah satu lokasi yang akan difokuskan untuk EBT adalah Kawasan Industri (KI) Ladong dengan lahan seluas 2.500 hektare yang akan dikembangkan khusus untuk energi baru terbarukan.

Luhut juga membahas mengenai pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Kegiatan utama KEK seluas 2.622,48 hektare ini meliputi pembangunan dan pengelolaan kawasan industri energi, industri petrokimia, industri pengolahan kelapa sawit, dan logistik. Kemungkinan KEK ini dapat menyerap 40.000 orang tenaga kerja pada tahun 2027.

(hal/eds)