Festival Ide Bisnis

Catat! 5 Starter Pack Wajib buat Mulai Bisnis Kuliner

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 26 Apr 2021 15:16 WIB
Makaroni Ngehe
Foto: Dok. Makaroni Ngehe
Jakarta -

Memulai bisnis kuliner baik makanan atau minuman bukanlah hal yang mudah atau instan. Bisnis kuliner sangat terikat dengan cita rasa pendiri, dan juga selera konsumen. Di Festival Ide Bisnis detikcom, Founder of Makaroni Ngehe Ali Muharam membagikan hal-hal yang diperlukan atau starter pack ketika hendak berbisnis kuliner.

1. Tentukan Produk yang akan Dijual

Ali mengatakan, hal pertama ialah menentukan produk makanan atau minuman apa yang akan dijual. Tentunya, produk itu juga harus disukai oleh sang pebisnis.

"Hal pertama yang krusial, kita harus mengetahui makanan atau minuman apa yang akan kita jual. Dan yang paling penting adalah kita harus menyukai makanan tersebut," kata Ali dalam sesi Inspiring talks Festival Ide Bisnis 2021, Senin, (26/4/2021).

2. Jangan Ikut-ikutan

Ali mengatakan, untuk memulai bisnis kuliner maka harus dipastikan bisnis tersebut bukanlah hasil meniru alias ikut-ikutan.

"Kita harus tahu bagaimana cara menyajikan makanan tersebut secara enak dan kualitasnya terjaga. Karena kalau kita buka usaha hanya mengandalkan kita meniru orang, itu yang ditiru adalah produknya. Tapi soul dari produk itu sendiri nggak akan bisa ditiru," urai Ali.

Ali menurutkan, jika ingin bisnis kuliner bertahan lama, maka hindari meniru. "Tapi ketika kita buka usaha dari hal yang benar-benar kita suka, kita cintai, dan kita paham betul seluk-beluknya dari A-Z bagaimana cara membuatnya, seenak apa, maka kemungkinan berhasil sangat besar. Jadi hindari menjalankan usaha karena kita ikut-ikutan, tapi kita tahu betul usaha apa yang akan kita jalankan," tegasnya.

3. Passion

Passion adalah hal terpenting ketika memulai bisnis kuliner. Ali mengatakan, passion bukan berarti pebisnis itu harus bisa memasak, tapi setidaknya suka bereksplorasi makanan.

"Itu adalah jiwanya. Meskipun kita tidak bisa masak, setidaknya kita doyan makan," imbuhnya.

4. Cari Penilaian Jujur

Jika sudah menentukan produk yang akan dijual, maka detikers harus mencari orang-orang yang dapat memberikan penilaian jujur akan kualitas dan rasa produk tersebut.

Ali menegaskan, detikers jangan memilih penilai yang berasal dari lingkungan sekitar.

"Ketika kita sudah punya ide makanan atau minuman tersebut, jangan meminta pendapat orang-orang yang ada di lingkungan kita. Karena tendensinya mereka akan menjawab ini enak kok, dan mereka akan merasa tidak nyaman untuk memberikan penilaian yang jujur. Tapi kita tanya kepada orang-orang yang tidak kita kenal, yang tidak ada bersinggungan perasaan dengan kita. Mereka akan memberikan jawaban yang jujur," ucap Ali.

5. Disiplin dengan Kualitas Produk

Bisnis kuliner berarti menjual produk yang dapat dirasa dengan lidah, dan masuk ke perut pembeli. Maka dari itu, kualitas produk kuliner tidak bisa berubah jika ingin pembeli akan kembali membeli produknya lagi.

"Kita harus keras kepala dalam menjaga kualitas produk. Kita harus disiplin dalam menjaga kualitas makanan. Jadi bukan tipikal orang yang hari ini kita masak enak, besok tidak. Nah itu tidak boleh," pungkas Ali.

Anda yang ingin menggali ide bisnis dan belajar langsung dari para praktisi masih bisa mendaftar Festival Ide Bisnis yang berlangsung sampai Jumat, 30 April 2021 di event.detik.com.

(vdl/zlf)