Bongkar Bisnis Dropshipper, Metode Jualan Online Ramah Kantong

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 27 Apr 2021 16:19 WIB
Ilustrasi bisnis online
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Bisnis online mulai dilirik banyak orang. Salah satu metode yang mudah diikuti adalah menjadi dropshipper. Dengan menjadi dropshipper seseorang tak perlu pusing memikirkan modal banyak dan memproduksi barang yang mau diperjualbelikan.

Mungkin masih ada yang masih asing dengan metode ini, lalu apa sih sebenarnya dropshipper itu?

Menurut Arif Budiman Nasuko, Founder & CEO Baleomol.com, dropshipper adalah metode jualan online tanpa perlu modal besar. Dropshipper hanya bertugas untuk menjual barang dari produsen ke pasar.

Baleomol sendiri adalah salah satu platform yang memberikan ruang pertemuan antara para produsen dengan dropshipper. Isinya ada beragam produsen yang menjajakan barangnya untuk dijual oleh dropshipper.

"Jadi dropship itu kita jualan tanpa harus stok. Ini kita kayak jual gambar aja, di Baleomol itu kita sudah sediakan gambar, video, dan sebagainya dari produsen. Nah nanti dropshipper akan pilih untuk memasarkan dan menjualnya," ungkap Arif.

Lalu dari mana keuntungan didapatkan? Arief menjelaskan dropshipper akan menaikkan margin penjualan dari produsen. Misalnya ada produsen menjual suatu barang dengan harga Rp 500, maka dropshipper akan menjualnya dengan harga lebih mahal. Selisih harga itu lah yang jadi keuntungan buat dropshipper.

Dia menjamin harga yang ditawarkan produsen di Baleomol akan lebih murah untuk dijual lagi. Totalnya sudah ada 20 ribu produsen sebagai pilihan buat para dropshipper.

"Nah untungnya dari mana? Kita akan naikkan margin. Ketika ada yang mau beli, kita kasih tau supplier, sudah gitu aja," ungkap Arif.

Dia menjelaskan peluang bisnis dropshipper sangat besar. Pasalnya pasar online di Indonesia sangat besar. Data yang dia paparkan, di Shopee saja ada 130 juta pengunjung per bulan. Apabila 1% dari jumlah itu bisa diajak membeli barang yang didagangkan dropshipper, jelas untungnya akan sangat besar.

"Pengunjung marketplace ini besar sekali, kalau kita dapat 1% aja penjualan dari setiap marketplace kayaknya itu nggak karuan untungnya kita itu. Nah dari 130 juta itu, 1% itu kan 1,3 juta sales, dari keuntungan Rp 5 ribu saja itu bisa miliaran," ungkap Arif.

Dropshipper juga tak perlu pusing memikirkan produk. Bahkan untuk mengganti-ganti produk yang dijual demi menuruti permintaan pasar pun tak perlu pusing.

"Kita nggak mesti mikirin produk, produk sudah ada, nggak perlu mikirin stok sampai packing. Bahkan, hari ini mau jual baju, besok sepatu, besok jam tangan. Kita bisa gonta-ganti sesuai market mau apa," ungkap Arif.

(hal/eds)