Cek Panen Padi di Malang, Jokowi: Ini Masalah Perut

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 29 Apr 2021 12:47 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan kunjungan ke berapa titik di Jawa Timur. Salah satu lokasi yang didatangi adalah desa Kanigoro, kabupaten Malang, Jawa Timur.

Jokowiu yang juga ditemani Ketua DPR Puan Maharani memantau langsung proses panen beras, penggilingan hingga penanaman kembali.

"Saya bersama dengan ibu Puan Maharani Ketua DPR RI dan juga para menteri, gubernur dan bupati untuk memastikan bahwa produksi padi yang ada, panen yang ada betul-betul bisa memenuhi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia," ucapnya dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4/2021).

Jokowi mengatakan, proses panen harus benar-benar dihitung secara detil. Kalkulasi mengenai besaran produksi beras akan memberikan kepastian sehingga pemerintah tidak perlu membuka keran impor untuk menutupi kebutuhan yang kurang.

Jokowi sendiri sudah berjanji tidak akan membuka keran impor beras hingga Juni 2021. Dia juga janji tidak akan ada impor beras hingga akhir tahun asal produksi dalam negeri memenuhi kebutuhan yang ada.

"Oleh sebab itu kita tidak perlu yang namanya impor tapi hitung-hitungannya memang harus pasti. Karena ini menyangkut masalah perut, masalah makan rakyat itu dari sini," tuturnya.

Dari hasil kunjungannya itu, Jokowi juga mendapatkan informasi mengenai produktivitas varietas IPB 3S dengan capaian 1 hektar bisa menghasilkan 12 ton gabah.

"Ini hasil yang bagus sekali dan nanti akan saya tidak lanjuti dengan IPB, agar ini bisa dikembangkan dalam jumlah yang lebih besar lagi. Sehingga ketahanan pangan kita kedaulatan pangan kita betul-betul bisa kita raih tanpa kita harus impor dari negara lain," tuturnya.

Para petani juga mengeluh kepada Jokowi bahwa mereka membutuhkan alat-alat, sarana dan prasarana yang mendukung produksi.

"Tadi diminta oleh petani mengenai mesin panen, traktor dan hal-hal yang lainnya. Saya kira ini akan kita penuhi karena ini sangat dibutuhkan sekali oleh petani di sini," tutupnya.

(das/zlf)