Lipsus Bukit Algoritma

Mau Jadi 'Silicon Valley', Kok Bukit Algoritma Nyempil di Kebun Sawit?

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 30 Apr 2021 08:30 WIB
Bukit Algoritma disebut bakal menjadi Silicon Valley-nya Indonesia. Area ini ada di kawasan ekonomi khusus untuk pengembangan teknologi dan industri 4.0.
Foto: Syahdan Alamsyah/Detikcom
Jakarta -

Rencana pembangunan 'Silicon Valley' Bukit Algoritma di Cikidang, Sukabumi diragukan berbagai kalangan. Bahkan, pemilik lahan sekaligus Direktur Utama PT Bintang Raya Loka Lestari Dhanny Handoko mengungkapkan ada yang mempertanyakan letak calon 'Silicon Valley' itu.

"Pernah juga ada yang nanya 'kenapa kok tempatnya di kampung tersembunyi atau yang tertinggal'? tutur Dhanny saat berbincang dengan tim detikcom baru-baru ini di lokasi Bukit Algoritma.

detikcom saat berkesempatan langsung mengunjungi lokasi, Bukit Algoritma memang terletak di tengah-tengah hamparan perkebunan sawit, baik yang dimiliki oleh Dhanny sendiri maupun yang dimiliki oleh PTPN.

Jadi, bisa dibilang proyek 'Silicon Valley' ini nyempil di kebun sawit. Dhanny menyebutkan luas kebun sawit miliknya sekitar 680 hektare. Dia pun membeberkan alasan Bukit Algoritma didirikan diantara kebun sawit.

"Kalau kita pengin bangun suatu kawasan yang sekarang lagi trend seperti sustainabillity, green, ramah lingkungan ya memang kita nggak mungkin mulai di kota," sebutnya.

Selain itu, lanjut dia, perlu disadari pula bahwa di daerah juga banyak inovator. Oleh karena itu, pihaknya ingin menyediakan wadah buat mereka supaya tidak perlu jauh-jauh ke ibu kota.

"Kalau anak-anak muda ini mungkin baru SMA atau SMK terus kemudian harus tinggal di tanda kutip kota yang biaya hidupnya mahal, gimana? nah kami di sini kalau dari perkebunan ini kan pertama areal memang masih relatif ekonomis," paparnya.

"Minimal walaupun dibilang jelek, dibilang apa, kita sudah punya atap, kita sudah punya ruang," sambung Dhanny.

Sedikit informasi, saat ini Dhanny lewat Bintang Raya Loka Lestari memang mengelola kebun sawit. Saat ini rata-rata produksi yang sedang dikejar sekitar 2 truk per hari atau 18 hingga 20 ton per hari.

(toy/fdl)

Tag Terpopuler