'Silicon Valley' Bukit Algoritma Jangan Malah Jadi Objek Spekulan Tanah!

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 30 Apr 2021 10:50 WIB
Penampakan vila dan bangunan terbengkalai di Lokasi proyek Bukit Algoritma
Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom: Penampakan vila dan bangunan terbengkalai di Lokasi proyek Bukit Algoritma
Jakarta -

Wacana pembangunan Bukit Algoritma di Cikidang, Sukabumi diwanti-wanti agar tidak malah dijadikan sebagai objek spekulan tanah. Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengkhawatirkan adanya wacana proyek 'Silicon Valley' senilai Rp 18 triliun itu hanya akan dimanfaatkan oleh oknum untuk menaikkan harga tanah.

Adanya investasi jumbo yang akan masuk ke suatu kawasan tentu akan menjadi perhatian pihaknya. Pemkab Sukabumi ingin mengetahui sejauh mana investasi tersebut bisa terealisasi di lapangan.

"Karena angka yang sangat fantastik terutama dalam investasi ini perlu perhatian khusus, jangan sampai menjadi spekulasi ke depan," kata dia saat berbincang dengan tim detikcom baru-baru ini.

Dia tak mau rencana-rencana investasi besar di Kabupaten Sukabumi hanya sebuah euforia semata. Terlebih, kata dia setelah Tol Bocimi Seksi 2 rampung itu akan menjadi keunggulan tersendiri bagi wilayah Sukabumi. Jangan sampai ketika ada investor yang sudah tertarik berinvestasi batal gara-gara harga tanah mahal.

"Ditakutkan nanti ada spekulasi di tanah yang kita khawatirkan. Makanya kita harus antisipasi jangan sampai nanti ketika akses infrastruktur masuk tapi tanah di kita sudah tidak sanggup untuk dipakai tempat investasi karena lonjakan harga," jelasnya.

Tapi pada dasarnya pihaknya mendukung rencana pembangunan Bukit Algoritma. Diharapkan investasi tersebut dapat memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dia juga memberi catatan bahwa rencana pembangunan Bukit Algoritma harus mengikuti aturan main yang berlaku. Sebab, dia mengatakan hingga saat ini belum ada perizinan terkait pembangunan 'Silicon Valley' tersebut.

Lihat juga Video: Asa Indonesia Punya Silicon Valley Lewat Bukit Algoritma

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

Tag Terpopuler