3 Hal yang Dibahas buat Angkat KRI Nanggala 402

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 30 Apr 2021 20:00 WIB
KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam dan terbelah menjadi 3 di perairan Bali pada kedalaman 838 meter. Yuk lihat lagi aksi-aksi KRI Nanggala-402 sebelum tenggelam.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Kapal selam KRI Nanggala 402 bakal diangkat dengan menggunakan Kapal Timas DSV 1201. Saat ini, tengah berlangsung kajian teknis untuk mengangkat kapal tersebut. Berikut penjelasannya:

1. Pakai Kapal Timas

Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih menjelaskan, penggunaan Kapal Timas untuk mengangkat kapal selam dalam tahap kajian teknis. Dia mengatakan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan TNI AL.

"Soal keterlibatan SKK Migas untuk mengangkat KRI Nanggala, sedang dalam kajian teknis. Kemarin ada rapat koordinasi untuk menggunakan kapal milik Timas yang sedang digunakan ENI mendukung kegiatannya. Tetapi sedang dikaji apakah memang bisa. Koordinasi terus-menerus dilakukan dengan AL," katanya kepada detikcom, Jumat (30/4/2021).

2. Berat Kapal Jadi Sorotan

Pihaknya belum bisa memastikan kapan kapal selam itu bisa diangkat. Dia bilang, saat ini tengah dibahas teknis pelaksanaan serta kemungkinan adanya peralatan tambahan.

Tambahnya, yang menjadi perhatian saat ini ialah kapal selam yang akan diangkat memiliki berat lebih besar dari Kapal Timas.

"Kapannya belum, kami masih membahas teknis pelaksanaan dan kemungkinan adanya peralatan tambahan yang dibutuhkan. Ini bagian penting, karena kapal yang diangkut itu beratnya 1.400 ton. Sementara Kapal Timas itu 1.200 ton," katanya.

3. Metode Angkat Kapal

Dalam pembahasan teknis ini juga membicarakan metode pengangkat dengan menggunakan balon. Dia menuturkan, jika metode pengangkatan sudah diputuskan, maka dukungan Kapal Timas tetap diperlukan.

"Metoda pengangkatan lain yang dibicarakan adalah dengan cara pengimbusan & air-lift bag (balon). Jika sudah diputuskan metoda yang diambil, maka support untuk kapal DB Timas tetap diperlukan," ujarnya.

(acd/eds)