Bisnis Parsel di Tengah Pandemi Masih Cuan?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 03 Mei 2021 06:00 WIB
Sejumlah pedagang parsel di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, mulai menjamur. Namun, penjualan masih lesu.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat segala macam usaha masyarakat mengalami kesulitan. Nasib serupa juga harus menimpa pedagang parsel yang biasanya ramai jelang Lebaran.

Ketua Asosiasi Pengusaha Parsel Indonesia (APPI), Fahira Idris mengatakan daya beli masyarakat yang menurun efek pandemi COVID-19 ikut memberikan dampak kepada bisnis parsel.

"Pandemi pasti berpengaruh ya. Daya beli masyarakat yang turun tentu juga mempengaruhi prioritas masyarakat kita saat ini. Jika sebelum pandemi (bisa) mengirimkan banyak parsel, mungkin tahun ini hanya beberapa saja," kata Fahira kepada detikcom, Minggu (2/5/2021).

Fahira menyebut sebelum pandemi bisa menerima pesanan hingga ratusan parsel jelang Lebaran. Namun sejak tahun lalu, dirinya hanya mendapat pesanan parsel dengan jumlah puluhan. "Sejak pandemi jadi menurun. Jumlah pesanan yang biasanya ratusan hanya puluhan jelang Lebaran," imbuhnya.

Akibat pandemi, bisnis parselnya mengalami penurunan omzet sebesar 50%. Namun dia yakin bisnis parsel ke depan masih memiliki potensi yang baik. "Secara umum dengan berbagai tantangan ini bisnis parsel masih tetap mempunyai potensi yang baik," tuturnya.

Parsel yang sedang menjadi tren disebut masih seputar aneka kue kering, makanan dan minuman ringan, termasuk buah-buahan.

"Tetapi menjelang hari-hari besar seperti lebaran 2021 ini, trennya lebih ke arah pernak-pernik pajangan rumah, peralatan masak, set pembuatan kopi dan teh, dinner set, tea set, coffee set," imbuhnya.

Sudah tahu sejarah parsel? Klik halaman selanjutnya.

Simak Video: Cuan Melalui Digital Marketing

[Gambas:Video 20detik]