Kendaraan yang Lewat Tol Cipali Naik Jelang Larangan Mudik, Ini Datanya

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 03 Mei 2021 17:50 WIB
Antrean kendaraan di Tol Cipali sudah mulai terlihat didominasi mikrobus
Tol Cipali/Foto: Sudirman Wamad
Jakarta -

Ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) tercatat ramai dilalui oleh kendaraan pada akhir pekan kemarin. Berdasarkan catatan Astra Tol Cipali, sebanyak 60.000 kendaraan wira-wiri selama satu pekan kemarin.

Presiden Direktur Astra Tol Cipali Firdaus Aziz mengatakan, total kendaraan yang melewati tol yang dikelolanya ini naik 9% dibandingkan akhir pekan dalam kondisi normal. Adapun peningkatan jumlah kendaraan ini terjadi sebelum diberlakukannya larangan mudik Lebaran 2021.

"Sebagai gambaran weekend kemarin 58-60 ribu, kalau compare dengan weekend normal itu naik 9%, belum ada naik signifikan dibandingkan lebaran 2019," kata Firdaus dalam media gathering virtual, Senin (3/5/2021).

Namun, Firdaus memperkirakan angka tersebut turun drastis khususnya di H-10 sampai H+10 Lebaran 2021. Berdasarkan prediksi Astra Tol Cipali, angkanya bisa turun 68% jika dibandingkan tahun 2019.

"Jadi aglomerasi juga kita berharap ada pergerakan dari wilayah Jawa Barat membantu. Kita berharap di H-10 sampai H+10 ada kenaikan yang cukup dibandingkan 2020," ungkapnya.

CEO Group Astra Infra Djap Tet Fa mengatakan pendapatan perusahaan meningkat 8% pada kuartal I-2021. Pertumbuhan terjadi usai kinerja perusahaan yang terkoreksi oleh pandemi COVID-19.

Saat ini, Astra memiliki tujuh ruas jalan tol dengan total panjang 357,6 km. Sebanyak tujuh ruas jalan tol ini tersebar di jalan tol Trans Jawa atau kontribusinya sekitar 30%.

"Tahun ini sampai kuartal I kita ada satu pertumbuhan di mana revenue naik 8% termasuk jalan tol, MLJ di JORR1 di yang sudah diakuisisi November tahun lalu," ujarnya.

Sementara CEO Tollroad Business Group Astra Infra, Kris Ade Sudiyono mengatakan pihaknya telah mempersiapkan berbagai fasilitas penunjang mudik Lebaran 2021. Dia menyebut fasilitas tersebut mulai dari CCTV hingga tempat pemberhentian sementara atau rest area.

"Dari 7 ruas yang kita miliki, kita sudah mempersiapkan pengecekan bersama ada 197 warning light di seluruh ruas kita, ada 2.035 CCTV, kita juga mengoperasikan secara penuh 33 armada patroli, 44 derek, 9 rescue, 18 ambulans, 14 rest area tipe A, dan 12 rest Area tipe B," ujarnya.

"Jadi kita memprediksi arus lalu lintas kita, lalu yang kedua, di luar itu kita mempersiapkan arus lalu lintas ini harus ditangani sesuai protokol kesehatan," kata Kris.

(hek/ara)

Tag Terpopuler