Manufaktur RI Cetak Rekor Lagi, Apa Artinya?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 13:58 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Ada kabar baik di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi COVID-19. Kondisi manufaktur Indonesia semakin membaik hingga menyentuh rekor tertinggi pada April 2021.

Perbaikan itu tercermin dari Purchasing Managers Index (PMI) yang tercatat sebesar 54,6 di bulan April 2021, atau naik dari posisi 53,2 di Maret 2021.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan peningkatan PMI itu menunjukkan terjadinya ekspansi selama enam bulan berturut-turut. Dilihat dari kenaikan output, permintaan baru dan pembelian, serta permintaan ekspor yang kembali tumbuh setelah 16 bulan berkontraksi.

"Angka PMI tersebut mencerminkan perbaikan nyata pada kondisi bisnis, seiring dengan lonjakan permintaan baru dan kembalinya bisnis baru dari luar negeri. Dengan bisnis baru mengalami ekspansi tajam, perusahaan manufaktur juga menaikkan volume produksi," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).

Di sisi lain, volume produksi yang semakin tinggi menimbulkan permintaan input yang lebih tinggi. Dengan pasokan yang relatif terbatas, hal ini secara alami menyebabkan peningkatan harga input yang berpengaruh terhadap harga jual kepada konsumen selama enam bulan terakhir.

Hal ini tampak pada tingkat inflasi yang mulai muncul meskipun belum kembali ke tingkat sebelum pandemi. Secara umum, produsen di Indonesia masih sangat optimis bahwa produksi akan terus menguat, didorong harapan bahwa pandemi COVID-19 akan berakhir pada tahun mendatang.

"Pemerintah perlu menjaga momentum pemulihan dengan tetap menjaga daya beli masyarakat dan berkomitmen untuk melanjutkan dukungan terhadap pelaku usaha," tuturnya.

Eropa dan AS juga mencatatkan kinerja manufaktur yang kuat. PMI manufaktur AS sebesar 60,5 mencatatkan angka tertinggi sejak Mei 2007. Manufaktur negara lain di benua Amerika, seperti Kanada (57,2) dan Brazil (52,3) masih berada dalam tren ekspansif meski angkanya turun dibandingkan bulan sebelumnya.

Tiongkok (51,9), Jepang (53,6), dan
India (55,5) berhasil mempertahankan tren positif didukung pertumbuhan pada tingkat permintaan. Dari sisi regional, ASEAN menunjukkan performa manufaktur yang bervariasi.

Simak video 'Ekonomi RI Diprediksi Minus 0,9% di Kuartal I 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/dna)