Jokowi Mau Ekonomi RI Tumbuh 7%, Caranya Gimana?

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 16:49 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Biro Pers Setpres
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh jajaran kabinet mampu merealisasikan pertumbuhan ekonomi di level 7% pada kuartal II-2021. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan kuartal II tahun lalu yang minus 5,32%.

Untuk mencapai hal tersebut, dikatakan Kepala Ekonom BCA David Sumual butuh beberapa kebijakan yang langsung berhubungan dengan masyarakat, misalnya peningkatan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dan pengurangan pajak karyawan.

Menurut dia, pemberian insentif PPnBM kendaraan bermotor (KBM) serta PPN sektor properti juga harus terus dipertahankan demi mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada kuartal II-2021.

"Menurut saya salah satunya dengan potongan pajak, daya beli masyarakat itu salah satunya ditentukan dari ketersediaan dananya. Misalnya tahun 2008 itu ada dua hal yang dilakukan pemerintah, kenaikan batas PTKP sama pajak karyawan dikurangi, sehingga kita harapkan dari sisi demand meningkat," kata David saat dihubungi detikcom. Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Selain itu, David mengatakan pemerintah juga harus memastikan penyerapan anggaran khususnya pada program yang mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Dapat diketahui, konsumsi rumah tangga berkontribusi sekitar 60% dalam pembentukan produk domestik bruto (PDB).

"Sekarang kan ada masalah serapan anggaran, seperti tahun lalu PEN hanya 85%, bisa juga dari sisi belanja program yang kaitannya dengan cash for work, karena saya perhatikan di kuartal I dana alokasi untuk daerah masih lemah, karena defisitnya juga 0,8% jadi rendah banget," katanya.

Sementara itu, peneliti dari CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menyoroti angka pertumbuhan yang mencapai 7% hanya terjadi pada kuartal II-2021. Menurut dia, yang harus menjadi fokus pemerintah adalah pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun 2021.

"Perlu diperhatikan juga bahwa pertumbuhan 7% adalah pertumbuhan untuk kuartal II saja, yang tidak kalah penting adalah kinerja secara keseluruhan sepanjang tahun, seberapa besar pertumbuhan akan terjadi. Jika berbicara dalam konteks ini, tentu ada aspek penangan kesehatan yang tidak kalah penting untuk dilaksanakan," kata Yusuf.

Yusuf mengungkapkan, saat ini beberapa indikator ekonomi seperti inflasi, PMI, hingga indeks kepercayaan konsumen berada pada tren yang bagus.

"Tentu kita bisa melihat bahwa peluang pertumbuhan ekonomi di kuartal II untuk bisa rebound ke level positif cukup besar. Namun seberapa besar pertumbuhannya, akan sangat tergantung pada indikator-indikator lain," ungkap Yusuf.

(hek/ara)