Sri Mulyani Sebut Utang Bertambah Rp 1.177 T Tahun Ini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 17:39 WIB
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan tahun ini utang pemerintah akan kembali meningkat. Dia memaparkan utang neto APBN akan meningkat Rp 1.177,4 triliun.

Dia memaparkan di tahun 2021, pemerintah masih fokus melakukan penanganan COVID-19 menggunakan APBN. Dia memaparkan belanja negara naik Rp 156,5 triliun tahun ini untuk membiayai kenaikan biaya pemulihan ekonomi nasional.

"Untuk 2021 kita fokus tangani COVID gunakan APBN untuk countercyclical. Belanja negara naik Rp 156,5 triliun di mana PEN naik jadi Rp 699,43 triliun naik 20% dari anggaran tahun lalu," ujar Sri Mulyani dalam Musrenbangnas 2021, Selasa (4/5/2021).

Sri Mulyani menjelaskan tahun ini defisit APBN mencapai 5,7% dengan begitu utang neto akan meningkat Rp 1.177,4 triliun. Dalam paparannya jumlah ini sama dengan 7,1% dari PDB 2021.

Sementara itu total bunga utang tahun ini naik Rp 59,2 triliun, membuat total bunga utang mencapai Rp 373,3 triliun.

"Defisit tahun ini 5,7% yang menyebabkan utang neto kita akan meningkat Rp 1.177,4 triliun," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani sendiri berjanji akan hati-hati mengelola utang. Kekhawatiran terbesarnya adalah tren kenaikan suku bunga global yang bisa berdampak pada jumlah utang yang harus dibayarkan negara.

"Kenaikan jumlah utang dalam situasi yang extraordinary tetap harus dikelola secara prudent. Terutama dengan adanya tren kenaikan suku bunga global yang menimbulkan dampak ke seluruh dunia," ungkap Sri Mulyani.

(hal/ara)