Nasib Merpati Sudah di Ujung Tanduk, tapi Belum Bisa Dibubarkan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 19:11 WIB
Merpati Nusantara Airlines
Foto: Luthfy Syahban/infografis
Jakarta -

Maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) sudah di ujung tanduk atau bisa disebut mati suri. Sayangnya, Kementerian BUMN juga belum bisa memutuskan apakah perusahaan pelat merah tersebut akan dibubarkan atau tidak.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pembubaran Merpati masih harus dikaji. Pasalnya, masih ada persoalan kewajiban manajemen yang belum diselesaikan.

"Merpati masih perlu pengkajian, karena masih ada fasilitas-fasilitas pinjaman yang harus direstrukturisasi, dan masih ada krediturnya," kata Kartika atau yang akrab disapa Tiko di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Ia mengatakan, jika Merpati dibubarkan, prosesnya pun membutuhkan waktu yang tak sebenar. "Jadi kalau Merpati mungkin butuh waktu karena perlu penyelesaian kewajiban dulu," urainya.

Apalagi, Merpati saat ini masih memiliki anak usaha yang bergerak di bisnis maintenance repair overhaul (MRO), yakni PT Merpati Maintenance Facility (MMF).

"Salah satu yang dikaji, tapi mereka masih ada operasi juga satu di Jawa Timur, dia punya MRO, maintenance," ujarnya.

Apabila harus dibubarkan, menurut Tiko bisnis MRO itu kemungkinan harus dipindah. Namun, hal itu pun masih terus dikaji.

"Nah itu belum, kalau itu nanti akhirnya kita putuskan mungkin MRO-nya pindah, itu lagi dikaji, belum final," pungkasnya.

(vdl/zlf)