Sayonara! Matahari Bakal Tutup 13 Gerai

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 05 Mei 2021 03:30 WIB
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dikabarkan akan tutup 13 gerainya di tahun 2021 ini. Penutupan gerai itu diketahui imbas perusahan rugi Rp 95 miliar.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berencana menutup 13 gerai tahun ini. Rencana dilakukan sejalan dengan kinerja keuangan perusahaan yang lesu selama kuartal I-2021.

"Tentang 13 gerai, sampai saat ini belum ditutup. Tapi memang rencana akan ditutup di 2021," kata Corporate Secretary and Legal Director Matahari Department Store, Miranti Hadisusilo pekan lalu

Sepanjang kuartal I-2021, perusahaan mencatatkan rugi bersih Rp 95 miliar atau lebih besar dibandingkan rugi bersih tahun lalu sebesar Rp 93 miliar. Rugi bersih ini didapat usai manajemen mencatatkan penjualan kotor yang mencapai Rp 2,07 triliun pada kuartal I-2021, angka itu lebih rendah 23,6% dari tahun 2020 dan lebih rendah 37,4% dari tahun 2019.

Sementara angka penjualan bersih, Matahari mencatatkan sebesar Rp 1,16 triliun atau 25,0% lebih rendah dari tahun 2020 dan 39,7% di bawah realisasi 2019.

Chief Financial Officer Matahari, Niraj Jain mengatakan bisnis Matahari selama kuartal awal 2021 masih terdampak oleh PSBB ketat yang berlaku hingga 8 Februari 2021. Kemudian, berlanjut dengan PPKM berskala mikro sampai saat ini diterapkan.

"Kami terus beroperasi dalam situasi makro yang menantang. Kami memastikan pengendalian yang ketat atas beban operasional dan belanja modal," katanya.

Perusahaan saat ini memiliki 147 gerai, terdiri dari 124 gerai reguler dan 23 gerai dalam pengawasan. Meski beberapa ada yang mau ditutup, Niraj memastikan perusahaan akan membuka 1 gerai baru di Balikpapan Ocean Square pada April 2021.

"Kami terus mendapat dukungan dari pemilik mal (Matahari) dan pemasok. Kami telah memperpanjang fasilitas pinjaman bank senilai RP 1 triliun dan mengakhiri triwulan 1 dengan saldo pinjaman bank sebesar Rp 480 miliar. Perseroan terus mengambil posisi konservatif dalam situasi dengan ketidakpastian yang tinggi," ungkap Niraj.

(hns/hns)

Tag Terpopuler