Corona Merajalela, 6.800 Orang di Aceh Jadi Pengangguran

Agus Setyadi - detikFinance
Rabu, 05 Mei 2021 17:15 WIB
Suasana sepinya kota Banda Aceh di hari pertama Ramadhan (Agus Setyadi-detikcom)
Foto: kota Banda Aceh (Agus Setyadi-detikcom)
Banda Aceh -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk usia kerja di Aceh terdampak COVID-19 mencapai 169 ribu orang. Dari jumlah itu, 6.800 orang di antaranya jadi pengangguran.

Kepala BPS Aceh Ihsanurijal, mengatakan, jumlah angkatan di Aceh pada Februari 2021 sebanyak 2,5 juta orang atau naik 22 ribu orang dibandingkan Agustus tahun lalu. Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,04 persen.

"Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Februari 2021 sebesar 6,30 persen, turun 0,29 persen dibandingkan dengan Agustus 2020," kata Ihsanurijal dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/5/2021).

Dia mengatakan, pada Februari jumlah pekerja di Aceh terdampak virus Corona sebanyak 169 ribu orang atau 4,32 persen penduduk usia kerja. BPS mengelompokkan dampak tersebut dalam empat komponen.

Keempatnya adalah pengangguran karena COVID-19 sebanyak 6.800 orang, Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 berjumlah 2.900 orang, sementara tidak bekerja karena COVID-19 yaitu 4.700 orang. Paling banyak adalah penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 dengan jumlah 154 ribu orang

"Kondisi pertama dan kedua merupakan dampak pandemi COVID-19 pada mereka yang berhenti bekerja. Sedangkan kondisi tiga dan empat merupakan dampak pandemi COVID-19 yang dirasakan oleh mereka yang saat ini masih bekerja," tuturnya.

Ihsanurijal menjelaskan, pada Februari tercatat jumlah penduduk Aceh yang bekerja sebanyak 2,3 juta orang atau meningkat 28 ribu orang dibandingkan enam bulan sebelumnya. Lapangan pekerjaan yang
mengalami peningkatan persentase terbesar adalah sektor penyediaan akomodasi dan makan minum 2,13 persen.

"Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor industri pengolahan 1,75 persen," ujarnya.

Selain itu, Ihsanurijal juga merinci pekerja sektor informal mengalami penurunan sebesar 1,53 persen. Pada Februari, pekerja di sektor itu berkumpul 1,3 juta orang atau sekitar 58,35 persen.

"Persentase pekerja setengah penganggur dan pekerja paruh waktu turun masing-masing sebesar 2,49 persen poin dan 0,49 persen poin dibandingkan Agustus 2020," sebutnya.

(agse/hns)