Jelang Lebaran, Pasokan dan Harga Pangan di Jakarta Terpantau Stabil

Nurcholis Maarif - detikFinance
Minggu, 09 Mei 2021 22:49 WIB
Harga Pangan di Jakarta Stabil Jelang Lebaran
Foto: Kementan
Jakarta -

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri menyebut tiga hari jelang Lebaran ketersediaan dan harga pangan di Jakarta terpantau aman dan terkendali. Meski ada dinamika harga di komoditas tertentu, tapi masih dalam kondisi wajar.

"Kita pastikan ketersediaan 11 komoditas pangan dalam kondisi yang aman dan terkendali. Terkait harga, memang ada dinamika untuk komoditas tertentu, namun masih dalam kondisi yang wajar mengingat momentum Lebaran yang akan segera tiba," ujar Risfaheri dalam keterangan tertulis, Minggu (9/5/2021).

Hal senada disampaikan petugas pemantau ketersediaan dan harga pangan di Pasar Kemiri Depok Fahrudin. Ia mengatakan pasokan dan harga relatif tidak ada masalah.

"Kalau stok dan harga di sini relatif aman dan stabil, karena ini sudah merupakan kegiatan tahunan, sehingga pemerintah pusat dan daerah sudah mengantisipasi agar stok mencukupi," ujarnya.

Dari pemantauan tersebut didapati penurunan permintaan dibanding beberapa hari lalu. Hal tersebut disampaikan oleh pedagang bahwa pada tahun ini permintaan masyarakat tidak terlalu besar dan pasokan lancar sehingga harga pangan cenderung stabil.

"Kalau harga beras di sini tidak ada kenaikan. Biasa-biasa saja, bahkan permintaannya cenderung terus berkurang, karena pemerintah juga membagikan bantuan beras," ujar Budianto, salah seorang pedagang beras di Pasar Kemiri Depok yang sudah berjualan 10 tahunan.

Hal yang sama diakui Ade, pedagang di Pasar Baru Bogor. "Penjualan beras di sini tidak ada kenaikan permintaan, masih seperti biasa, harga juga tidak ada pergerakan berarti," ujarnya.

Lalu yang sedikit ada kenaikan adalah harga daging, yang minggu lalu Rp 120 ribu/kg, sekarang naik di kisaran Rp 135 ribu - 140 ribu/kg.

"Saya kira kenaikannya tidak terlalu tinggi. Yang penting kan barangnya ada," ujar Titin, salah seorang pengunjung pasar Kemiri Depok sambil memegang sekilo daging yang baru dibeli.

Menurut Risfaheri, terkait meningkatnya permintaan daging sapi menjelang Lebaran, Kementan melalui importir/distributor daging sapi beku telah menyediakan stok dalam jumlah yang cukup di Pasar Mitra Tani/TTIC yang ada di Jakarta, Depok dan Bogor.

"Bahkan kami gencarkan juga penjualan daging sapi beku ke pusat pemukiman, rusun dan kelurahan, tentu dengan harga jauh lebih murah dibandingkan daging sapi segar," ungkap Risfaheri.

Selain daging sapi, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai merah dan cabai rawit, namun masih dalam kondisi yang wajar mengingat permintaan yang meningkat jelang Idul Fitri. Walaupun demikian pasokan komoditas tersebut dipastikan aman dan normal seperti hari biasanya tidak terkendala kegiatan penyekatan mudik.

Risfaheri mengatakan harga beras, bawang merah, bawang putih, gula dan minyak goreng terpantau stabil. Harga beras bahkan cenderung stabil tidak bergejolak selama 1 bulan ini dikarenakan stoknya yang berlimpah di pasaran. Bawang merah yang sedang memasuki masa panen membuat harganya cenderung stabil di tengah permintaannya yang meningkat menjelang Idul Fitri.

"Begitu pula bawang putih, gula dan minyak goreng yang stoknya melimpah di distributor menyebabkan harga 3 komoditas tersebut stabil," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan penurunan harga terjadi di komoditas telur ayam ras yang turun menjadi Rp 23.000/kg. Penurunan ini terjadi sejalan dengan turunnya permintaan akan telur di akhir bulan Ramadhan.

Upaya pemantauan ketersediaan dan stabilitasi harga pangan ini dilakukan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, agar masyarakat bisa mengakses bahan pangan dengan mudah dengan harga wajar.

"Untuk itu, Kementan melakukan berbagai upaya untuk memperlancar distribusi pangan, dan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, antara lain melakukan koordinasi intensif dengan berbagai stakeholder dan menggencarkan gelar pangan murah oleh Pasar Mitra Tani di seluruh Indonesia," ujarnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan di daerah agar terus melaporkan ketersediaan dan harga pangan di daerahnya.

"Kalau ada kekurangan stok atau gejolak harga tinggi, tentu pemerintah akan melakukan intervensi agar harga bisa stabil dan tidak memberatkan masyarakat," ujar Agung dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

(fhs/hns)

Tag Terpopuler