Warga China Diusulkan Dapat Kado 1 Juta Yuan, buat Apa Ya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 13 Mei 2021 13:53 WIB
Pemerintah China menutup sejumlah objek wisata akibat penyebaran virus corona. Meski begitu, sejumlah wisatawan tetap berkunjung ke objek wisata di sana.
Ilustrasi/Foto: AP Photo
Jakarta -

Seorang profesor meminta pemerintah China untuk memberikan uang sebesar 1 juta yuan kepada warganya untuk anak yang baru lahir. Hal ini dilakukan demi mendorong tingkat kelahiran yang terus menurun di China.

Namun ide ini juga menimbulkan perdebatan karena besarnya biaya membesarkan anak. Dikutip dari Reuters disebutkan populasi di China tercatat mengalami perlambatan periode 2010-2020. Ada kekhawatiran yang muncul jika tenaga kerja di China bisa terus berkurang karena banyaknya jumlah orang tua.

Profesor Universitas Peking bernama Liang Jianzhang menyebut dibutuhkan biaya 10% dari produk domestik bruto (PDB) China untuk meningkatkan kelahiran yang sekarang 1,3 menjadi 2,1.

Dia menyebut satu anak diperkirakan harus memiliki 1 juta yuan yang dialokasikan dalam bentuk uang tunai, keringanan pajak atau subsidi perumahan. "Saya sudah bicara dengan banyak anak muda. Jika hanya beberapa puluh ribu yuan, tidak akan dapat mendorong orang untuk memiliki anak lagi," terang Liang.

Menurut dia biaya yang dikompensasikan itu akan berkontribusi di masa depan untuk perekonomian China.

"Jika sebuah keluarga melahirkan anak lagi, kontribusi masa depan anak itu untuk jaminan sosial, pendapatan pajak akan melebihin satu juta yuan," jelas dia.

Pernyataan tersebut menjadi ramai di Weibo apakah 1 juta yuan cukup untuk memenuhi biaya penddidikan.

"Memiliki anak dan tidak memaksimakan bakat mereka akan dianggap sebagai kejahatan," kata seorang warganet yang menggunakan nama Not Old and Confused.

(kil/hns)