Prediksi Mengerikan Jakarta 2050: Tenggelam!

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 15 Mei 2021 06:30 WIB
Kota-kota Tenggelam
Keceriaan anak-anak bermain banjir di Jalan Tendean, Jakarta. (Ari Saputra/detikcom)

Yayat Supriyatna mengatakan ramalan DKI Jakarta sebagai kota yang akan tenggelam bukan pertama kali dilakukan. Menurut dia, sudah banyak peneliti, bahkan dari Tanah Air pun pernah merilisnya.

"Sebetulnya ini sudah lama diramalkan, bahkan kajian peneliti Indonesia pun sudah memperkirakan itu, ada yang bilang 2045, ada yang bilang 2050 potensi kenaikan airnya itu sampai Monas dan sekitarnya," ujar pengamat tata kota itu kepada detikcom, Jumat (14/5)

Menurutnya penggunaan air tanah di wilayah Ibu Kota masih dilakukan oleh masyarakat hingga gedung-gedung pencakar langit, seperti kantor hingga pusat perbelanjaan.

"Sebetulnya penurunan permukaan tanah dan kenaikan permukaan air laut, pengambilan air tanah mempercepat (Jakarta tenggelam)," ujarnya

Menurut Yayat, ada dua cara supaya Jakarta tidak tenggelam. Pertama, segera merealisasikan proyek pembangunan tanggul pengaman pantai atau giant sea wall di wilayah Jakarta Utara. Kedua, moratorium pengambilan air tanah.

"Jadi kalau Jakarta tidak mau tenggelam, harus ada komitmen yang sungguh-sungguh menghentikan air tanah," katanya.

Penghentian penggunaan air tanah diganti dengan pemanfaatan air baku dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Saat ini sudah ada SPAM Regional Jatiluhur I yang akan menyuplai air baku pada 2024.

Selain itu, ada proyek Bendungan Karian di Lebak, Banten. Bendungan ini nantinya akan memasok air baku untuk wilayah Banten dan Jakarta.

"Jadi yang harus dipersiapkan kapan kita bisa mengupayakan pengambilan air tanah, kemudian tersedia air baku yang cukup. Apakah semua rumah di Jakarta mendapat jaringan perpipaan, kan belum. Kedua, apakah ada gedung yang berani menyatakan 'saya sudah tidak mengambil air tanah'? Tidak ada sama sekali," ujarnya.


(eds/hns)