Dipecat Erick Thohir, Eks Bos Kimia Farma Diagnostika Punya Harta Segini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 17 Mei 2021 12:04 WIB
Infografis kronologi kasus tes antigen bekas
Foto: Infografis detikcom/Denny: Infografis kronologi kasus tes antigen bekas
Jakarta -

Buntut dari temuan penggunaan rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, Menteri BUMN Erick Thohir memecat seluruh direksi PT Kimia Farma Diagnostika (KFD). Cucu perusahaan PT Kimia Farma itu merupakan penyedia layanan tes rapid antigen.

Adil Fadilah Bulqini, menjadi salah satu orang yang dipecat Erick Thohir. Adil sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama KFD.

"Setelah melakukan pengkajian secara komprehensif, langkah (pemberhentian) ini mesti diambil. Selanjutnya, hal yang menyangkut hukum merupakan ranah dari aparat yang berwenang," kata Erick dalam keterangan tertulis, Minggu (16/5/2021).

Selama menjadi Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika, Adil diketahui memiliki harta sebesar Rp 3.139.204.874. Hal itu diketahui dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKHPN) yang dilaporkan pada Februari 2021, untuk periodik harta tahun 2020.

Mengutip LKHPN, Adil memiliki rincian harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp 1,7 miliar. Aset itu diketahui memiliki luas 160 m2 untuk tanah, dan 208 m2 untuk bangunan, letaknya di Bandung.

Kemudian Adil tercatat memiliki 3 kendaraan dengan total Rp 302,5 juta. Terdiri dari satu motor Honda Beat Matic tahun 2015, Toyota Camry tahun 2014, dan Toyota Agya tahun 2019.

Lebih lanjut, Adil memiliki harta bergerak senilai Rp 72.250.000. Kemudian, harta berupa kas dan setara kas sebesar Rp 555.954.874, dan terakhir berupa harta dalam bentuk lainnya sebesar Rp 508.500.000.

Terkait kasus antigen bekas, Erick Thohir sendiri memecat Adil dan satu direkturnya yaitu, Wayan Budhi Artawan. Diketahui Adil sendiri menjabat sebagai Dirut KFD sejak 12 Maret 2015.

Sementara itu, untuk menggantikan direksi lama, Erick Thohir mengangkat Agus Chandra selaku Plt Direktur Utama KFD. Lalu Abdul Azis sekaku Plt Direktur.

Keduanya akan bertugas untuk melakukan penyegaran manajemen, internal perusahaan, dan memastikan seluruh klinik dan laboratorium Kimia Farma Diagnostika di seluruh Indonesia sudah memenuhi dan menjalankan SOP.

Tonton juga Video: Dirut Kimia Farma Buka Suara soal Alat Tes Antigen Bekas

[Gambas:Video 20detik]



(hal/fdl)