Pengalaman Work From Bali, Stres Langsung ke Pantai

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 19 Mei 2021 19:05 WIB
Foto liburan Sara Underwood di Bali Lagi
Foto: Sara Underwood/Instagram
Jakarta -

Shinta, pegawai swasta Ibu Kota betah bekerja dari dari Bali selama pandemi. Dia bahkan sudah Work From Bali jauh sebelum Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menggaungkannya.

Shinta sendiri mengaku sudah 2,5 bulan kerja di Bali. Dia sendiri merupakan pegawai dari salah satu perusahaan media di Jakarta. Dia merasa jenuh selama WFH di Jakarta, dan akhirnya memilih menyewa hotel bintang 3 di Seminyak Bali untuk bekerja.

Menurutnya kerja di Bali membuatnya merasa sangat nyaman. Ketika pekerja membuatnya stres banyak hal yang menjadi obatnya.

"Jadi nggak gampang stres, soalnya di sini kan dekat dengan alam. Bisa ke pantai gratis, kalau weekend bisa ke gunung, ke air terjun. Jadi bisa stress release juga," tuturnya saat dihubungi detikcom, Rabu (19/5/2021).

Tidak hanya itu, menurut Shinta hal-hal yang membuat stres di Jakarta juga tidak ditemui di Bali. Misalnya macet dan polusi udara. Sehingga dia memiliki banyak waktu untuk sekadar melepas penat dan udara yang dihirup jauh lebih bersih.

Meski begitu, Shinta tetap sadar di tinggal di Bali selama 2,5 bulan ini tetap untuk bekerja. Sehingga disiplin waktu tetap dia terapkan dan produktivitas tetap terjaga.

"Kalau untuk produktivitas kembali ke orangnya masing-masing, asal bisa disiplin waktu. Karena ini bukan liburan, ini kerja, walaupun hawanya liburan," ucapnya.

Shinta yang belum pernah menetap di Bali juga mengaku tidak kesulitan untuk bergaul. Dirinya malah sudah memiliki teman dekat dan jaringan yang baru.

"Nggak susah cari teman di sini, nggak jadi masalah kalau nggak punya teman di Bali. Kalau networking kerjaan tergantung, ya tapi lebih baik Jakarta si kalau di sini lebih ke sosialisasi," tambahnya.

Shinta juga mengaku selama di Bali bisa menambah keahlian dan hobi baru. Dia belakangan ini sibuk belajar surfing dan berenang.

Shinta sendiri merupakan perantau dari Jawa Timur. Selama bekerja di Jakarta dia tinggal di kos-kosan. Ketika pandemi COVID-19 melanda dan mengharuskan dia kerja dari rumah, Shinta merasa jenuh dan stres.

Saat itu di pikirannya ada 2 kota yakni Yogyakarta dan Bali yang menurutnya sesuai dengan keinginannya itu. Akhirnya Shinta memilih Bali karena dia mengaku sudah pernah hidup di Yogyakarta selama 10 tahun.

Ternyata benar, kerja dari Bali jauh lebih murah bagi Shinta yang seorang perantau yang belum berkeluarga. Saat di Jakarta dia pernah ngekos di 2 tempat yang berbeda yakni di sekitaran Monas, Jakarta Pusat dan Kemang, Jakarta Selatan.

"Ngekos waktu di daerah Monas itu Rp 3 juta per bulan. Itu hanya kamar doang, nggak ada jendelanya. Lalu pindah ke Kemang Rp 2,5 juta tapi kamarnya kecil. Tapi itu tentu kosannya nyaman. Kalau mau nyari yang ala kadarnya di Jakarta si ada pasti yang di bawah Rp 2 juta," terangnya.

Nah ketika dia tinggal di Bali, ternyata banyak hotel-hotel bintang 3 dan 4 membuat promo selama pandemi dengan sewa bulanan, harganya Rp 2-3 jutaan. Saat ini Shinta tinggal di hotel bintang 3 di daerah Seminyak dengan tarif Rp 2 juta per bulan.

Selain harga yang lebih murah ketimbang kos-kosan di Jakarta, tinggal di hotel di Bali juga mendapatkan kualitas kamar yang jauh lebih baik. Selain itu dia juga tetap mendapatkan seluruh fasilitas yang ada di hotel tersebut.

"Bisa dapat cleaning service, kolam renang, gym, intinya semua fasilitas hotel," tuturnya.

(das/dna)