Bahlil Ungkap Pengusaha Sukses Tak Ditentukan dari Jurusan dan Universitas

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 22 Mei 2021 18:30 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Foto: Mohammad Wildan/20detik
Jakarta -

Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut kualitas seseorang atau mahasiswa tidak ditentukan oleh latar belakang kampus atau jurusan yang diembannya selama di bangku kuliah. Untuk itu, ia mengajak para mahasiswa di daerah terutama di luar Jawa agar tidak minder dengan mereka-mereka yang lulusan dari Universitas ternama di Jawa atau bahkan dari luar negeri.

"Jangan pernah merasa minder kepada orang-orang yang kuliah di Jawa atau di Luar Negeri. Kualitas seorang mahasiswa tidak dijamin oleh kampus atau lembaganya itu yang menjamin kualitas mahasiswa adalah mahasiswa itu sendiri," ujar Bahlil di hadapan para mahasiswa Universitas Citra Bangsa, Sabtu (22/5/2021).

Ia mengajak mahasiswa di daerah berbesar hati dan berbangga meyakini tempat kuliahnya sebagai perguruan tinggi berskala nasional dan mampu berkompetisi dengan kampus-kampus besar lain. Sebab untuk menjadi sukses tak melulu ditentukan oleh latar belakang itu, tak melulu juga harus menjadi PNS atau karyawan. Banyak juga orang sukses yang berasal dari kalangan pengusaha.

Untuk menjadi pengusaha, kata Bahlil latar belakang pendidikan tadi tidak terlalu menjadi persoalan. Siapa saja bisa jadi pengusaha hebat dan sukses.

"Contohnya siapa? Pak Chairul Tanjung. Pak Chairul Tanjung itu Dokter Gigi dari UI. Tapi hari ini menjadi konglomerat salah satu terbaik di bangsa kita tercinta ini. Karena itu, adek-adek juga punya peluang itu," katanya.

Bahlil pun membagikan sedikit tips agar bisa menjadi pengusaha hebat dan sukses atau menjadi lulusan berkualitas. Pertama, kembangkan intelektualitas sebaik mungkin.

"Dalam pandangan saya, intelektual itu adalah kemampuan yang dimiliki oleh seorang mahasiswa untuk menguasai berbagai macam disiplin ilmu. Ketika hari ini saya kuliah ekonomi maka saya juga harus tau tentang hukum, saya juga harus tau tentang politik, tentang kesehatan, sekalipun tidak secara spesifik," paparnya.