Manfaatkan e-Commerce, Pelaku UMKM Jual Hiasan Dinding ke Pasar Global

Erika Dyah - detikFinance
Sabtu, 22 Mei 2021 21:30 WIB
Hiasan dinding kayu kian banyak peminatnya. Tidak heran apabila usaha kerajinan kayu memiliki prospek yang terbilang menjanjikan.
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Pelaku UMKM asal Malang Jawa Timur, Bara Yogya Angkasa memanfaatkan penjualan lewat platform online untuk memasarkan produk hiasan dinding buatannya. Perjalanan Bara dimulai pada 2017 dengan menjual produknya pada saudara dan teman, hingga kini sukses meraih pasar di sejumlah negara ASEAN.

Bara mengisahkan bisnis hiasan dinding yang ia namakan Wooden Projects ini berawal saat ia membeli produk hiasan dinding di Car Free Day (CFD) Malang. Setelah mencari tahu dan coba membuat produk sendiri, ia pun mulai berjualan pada kenalannya. Usahanya membuahkan hasil, hingga ia ditawari untuk menjual produknya secara online di platform Shopee pada tahun yang sama.

Setelah bergabung dengan Shopee, ia menilai platform ini sangat membantu keberlangsungan bisnisnya. Bara menjelaskan berbagai bantuan yang ia dapatkan mulai dari pendaftaran akun, upload produk, pengelolaan produk dan masih banyak lagi.

Di masa pandemi ini, Bara mengaku semakin fokus menjual hiasan dindingnya secara online melalui platform Shopee. Bahkan, bisnisnya mengalami peningkatan penjualan dua kali lipat di awal pandemi.

Ia pun mengatakan 80% dari penjualan Wooden Projects datang dari hiasan dinding yang dijual di Shopee. Tak hanya itu, lanjut Bara, Wooden Projects juga berpartisipasi dalam berbagai kampanye Shopee untuk menarik pembeli serta memperluas pasar lewat program ekspor Shopee.

"Sampai akhirnya pada bulan Juli 2020, Wooden Projects dapat melakukan ekspor pertama. Ini merupakan hal yang sangat tidak disangka, bantuan dan naungan dari Shopee bisa membawa Wooden Projects sampai ke titik ini," ungkap Bara dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/5/2021).

Menurutnya, program ekspor Shopee bermanfaat untuk menaikkan penjualan produk-produk Wooden Projects. Ia pun mengaku senang karena program ini bisa membuat produknya dibeli di negara-negara lain.

Adapun sejumlah negara yang masuk dalam cakupan pasar Wooden Projects, antara lain Malaysia, Singapura, Filipina, dan pasar-pasar baru dari negara tujuan ekspor Shopee seperti Thailand dan Vietnam.


"Program ekspor yang diberikan oleh Shopee membuat produk hiasan dinding Wooden Projects dapat merambah ke pasar global. Hal ini tidak terlepas dari bantuan yang diberikan oleh Shopee," katanya.

Bara mengungkap hingga saat ini bisnisnya sudah menjual ratusan hiasan dinding dari Malang ke berbagai negara tujuan ekspor Shopee. Ia mengatakan tidak menyangka produknya yang semula hanya dijual kepada saudara dan teman dekat di tahun 2017 kini bisa dibeli di luar negeri.

"Saya merasa sangat senang dengan edukasi, pelatihan, dan pendampingan yang selama ini diberikan oleh Shopee mengenai berbagai hal tentang ekspor. Ini merupakan awal yang baik bagi perjalanan Wooden Projects dalam mengekspor produk, semoga ke depannya penjualan Wooden Projects terus meningkat melalui program ekspor Shopee ini," pungkas Bara.

Lebih lanjut, ia mengatakan program ekspor dari Shopee membantunya melihat kembali produk yang menjadi minat para pembeli di luar negeri. Menurutnya, pasar hiasan dinding di Indonesia dipengaruhi oleh tren yang ada di luar negeri sehingga program ekspor ini ia harapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan pembeli di Indonesia maupun luar negeri.

Ia juga mengungkap pihaknya akan fokus mengembangkan bisnis di Shopee. Tak hanya itu, Bara mengatakan akan merambah penjualan ke produk-produk berbasis kayu lainnya seperti alat masak dan makan, rak, tempat penyimpanan barang dan lain-lain.

Sebagai informasi, program ekspor ini sejalan dengan komitmen Shopee untuk membawa produk lokal menuju global. Adapun sejumlah upaya kolaborasi telah dilakukan, seperti peresmian Kampus UMKM Shopee Ekspor di Surakarta untuk mewujudkan 10.000 eksportir asal Surakarta pada akhir tahun ini. Ada juga kolaborasi dengan Sekolah Ekspor, asosiasi gabungan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia serta Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (SMESCO) untuk mewujudkan 500.000 eksportir hingga tahun 2030.

(akd/eds)