Liputan Khusus COD

Belanja Sudah Digital tapi Kenapa Masih Perlu Ada COD?

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 23 Mei 2021 13:38 WIB
belanja online
Foto: Edi Wahyono

Pakar Marketing, Yuswohady juga memiliki pandangan serupa. COD pada dasarnya mekanisme yang baik untuk ekosistem belanja online secara keseluruhan. Bahkan menurutnya itu merupakan inovasi yang baik karena bisa menjembatani antara yang online murni dengan offline. Meskipun pada dasarnya mekanisme COD sudah lama ada jauh sebelum e-commerce lahir.

"Dan COD kalau ada ketentuan kepastiannya secara hukum itu akan men-drive demand. Karena customer diuntungkan dan seller juga diuntungkan, dengan COD customer yang awalnya ragu jadi mau beli. Jadi bagi customer dan seller juga menguntungkan," katanya.

Seharusnya, kata Yuswohady, sebelum menjalankan program marketing baru dilakukan uji coba terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengetahui apakah mekanisme baru tersebut berjalan dengan baik agar tidak terjadi hal-hal seperti yang sering terjadi belakangan ini.

Namun menurutnya itu merupakan hal yang wajar. Sebab mekanisme COD dibuat oleh si perusahaan e-commerce. Perusahaan pasti membuat ketentuan yang memenuhi kepentingan perusahaan. Oleh karena itu menurutnya perlu dibuat aturan yang bisa mengakomodasi kepentingan semua pihak, tak hanya e-commerce tapi juga penjual, pembeli dan pihak kurir.

"Marketplace akan membuat skema yang menguntungkan bagi dia, itu otomatis kan. Tapi kalau ada aturan yang common untuk semua, artinya kepentingan semua pihak terpenuhi. Kalau yang bikin ketentuan hanya marketplace ya nggak bisa disalahkan marketplace karena dia hanya buat ketentuan yang memenuhi kepentingan dia," ucapnya.


(das/zlf)