Soal Work From Bali, Pekerja Hotel: Instruksi yang Sangat Membantu

Nurcholis Maarif - detikFinance
Senin, 24 Mei 2021 16:05 WIB
Pura di Bedugul Bali
Foto: yuli cantik/d'Traveler
Jakarta -

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariadi B Sukamdan menyetujui gagasan Work From Bali yang digaungkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk menyelematkan ekonomi Bali yang sedang sekarat.

Ia mengatakan sejak awal tahun sudah mengajak hotel-hotel di Bali untuk menggaet pasar pekerja yang sedang WFH. Namun, ia juga mengajak pengurus hotel untuk 'menjemput bola' dan mengencangkan pemasaran.

"Bali itu emang wisata mancanegara, kalau dia ga ada, itu memang sangat pengaruh besar.Kalau Bali diberikan prioritas, menurut saya sudah selayaknya. Dan itu sebetulnya harapan kita sebenarnya tidak hanya dari kementerian, tapi juga ada effort dari hotel-hotel di Bali menjemput bola," ujar dia dalam acara vaksinasi pekerja hotel di Grand Hyatt, Jakarta, Senin (24/5/2021).

"Sebetulnya dari bulan apa, bulan kemarin, mulai awal tahun kami sudah menyampaikan di Bali untuk menggaet market yang WFH dipindahin ke Bali. Terus juga anak-anak sekolah ini kan banyak yang masih virtual, itu juga sangat besar," imbuhnya.

Diungkapkannya, respons ajakan tersebut masih dirasa kurang. Untuk itu ia meminta pemasaran hotel di Bali agar lebih masif. Ia juga mengaku berterima kasih atas program yang dicanangkan Kemenko Marves untuk Work From Bali.

"Tapi yah itu responsnya atau agresivitasnya agak kurang. Jadi menurut pandangan kami, kalau teman-teman di Bali bisa kenceng pemasarannya, itu masih bisa lebih. Kita bersyukur karena Pak Luhut memberikan perintah atau instruksi itu sangat membantu. Sebetulnya bisa dikerjakan lebih dari itu," ujarnya.

Lebih lanjut ia tak menyayangkan kalau hanya Bali yang dipilih sebagai ajakan dalam program ini, meskipun ada beberapa kawasan pariwisata yang juga sekarat seperti Bintan dan Gili Trawangan. Sebab menurutnya pemerintah pasti memiliki keterbatasan anggaran dalam program ini.

"Seperti Bintan atau Gili Trawangan, sangat suffer sekali. Tentunya pemerintah anggarannya sangat terbatas, juga untuk daerah itu sangat sulit. Apalagi untuk Bintan, kalau misal Singapura nggak buka kapal ferinya yaudah lah selesai. Bintan boleh dibilang tutup semua, hanya di Tanjung Pinang saja," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mennteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memiliki program Work From Bali untuk kementerian yang berada di bawah koordinasinya. Menurut Luhut hal ini bisa membantu pemulihan ekonomi Bali yang sangat tertekan pandemi Corona.

(ncm/hns)