Bank Terbesar Eropa Nggak Minat Sediakan Bitcoin, Ini Alasannya

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 09:53 WIB
Logo Bank HSBC
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Bank terbesar di Eropa, HSBC (HSBA.L) disebut tidak berencana meluncurkan meja perdagangan Bitcoin. CEO HSBC Noel Quinn mengatakan pergerakan uang digital itu yang mudah berubah dan kurang transparan menjadi alasan bank belum mau menyediakan investasi kripto.

"Mengingat volatilitas kami tidak menjadikan Bitcoin sebagai kelas aset, jika klien kami ingin berada di sana maka tentu saja mereka ada, tetapi kami tidak mempromosikannya sebagai kelas aset dalam bisnis manajemen kekayaan kami," kata Quinn, dikutip dari Reuters, Selasa (25/5/2021).

Sikap dari HSBC pada cryptocurrency datang ketika Bitcoin telah jatuh hampir 50% dari level tertinggi tahun ini. Anjloknya harga bitcoin disebabkan sikap China yang membatasi jual beli Bitcoin di negaranya.

Bitcoin diperdagangkan pada harga US$ 36.387 pada hari Senin, turun hampir 50% dalam 40 hari dari harga US$ 64.895 pada 14 April. Selain disebabkan karena sikap China, penurunan bitcoin juga disebabkan oleh keputusan CEO Tesla, Elon Musk yang mau menangguhkan rencana pembayaran bitcoin di perusahaannya.

Sikap HSBC bertolak belakang dengan rivalnya, Goldman Sachs (GS.N) yang dikabarkan telah membuka perdagangan cryptocurrency-nya dan UBS (UBSG.S) yang juga diketahui menjajaki cara untuk menawarkan mata uang sebagai produk investasi.

Meski menentang Bitcoin, bukan berarti HSBC menentang uang digital. Quinn percaya pada mata uang digital bank sentral (CBDC), yang sedang digarap oleh beberapa negara termasuk Amerika Serikat dan China.

"CBDC dapat memfasilitasi transaksi internasional dalam dompet elektronik dengan lebih sederhana, mereka mengurangi biaya gesekan dan cenderung beroperasi secara transparan dan memiliki atribut nilai tersimpan yang kuat," katanya.

HSBC sedang berbicara dengan beberapa pemerintah tentang inisiatif CBDC, termasuk negara-negara seperti Inggris, China, Kanada, dan Uni Emirat Arab, katanya.

Proyek CBDC China adalah salah satu yang paling maju di antara ekonomi global utama. Uji coba di seluruh kota yang melibatkan bank milik negara dimulai tahun lalu, dan ada juga proyek percontohan untuk penggunaan lintas batas yang sedang berlangsung di Hong Kong.

China juga terlibat dalam proyek terpisah dalam mengeksplorasi CBDC untuk pembayaran lintas batas, di mana HSBC telah terlibat.

Simak juga Video: Chef Arnold Ungkap Resep Rahasia Investasi Aset Kripto

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)