Bahlil Bakal Babat Oknum Penghambat Investasi, Caranya Gimana?

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 31 Mei 2021 20:45 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberi kuliah umum bagi mahasiswa di Universitas Citra Bangsa. Ada berbagai hal yang dibahas Bahlil di sana.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia/Foto: Dok. BKPM
Jakarta -

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia berjanji akan memberantas para oknum pejabat negara yang terbukti mengganggu proses investasi di tanah air. Hal itu diungkapkannya saat rapat kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Awalnya, pimpinan rapat Komisi VI DPR RI Muhammad Hekal mengatakan dirinya mendapatkan laporan dari beberapa investor yang telah masuk di Indonesia, namun terganggu dari oknum-oknum pemerintah.

Oleh karena itu, dirinya pun meminta Bahlil mendampingi para investor yang menanamkan modalnya di tanah air.

"Kementerian menjadi pendamping investor, bukan hanya yang bisa salah saja investor tapi juga oknum pemerintah. Ini yang perlu pendampingan dari kementerian, karena saya ada beberapa investor besar yang sudah masuk, setelah masuk dia jalankan investasi mohon maaf ada gangguan sana sini yang mereka bingung kita harus berlindung ke siapa, bertanyanya ke siapa. Bapak sudah diangkat menjadi menteri, kita harap bapak memainkan peran itu," kata Hekal, Senin (31/5/2021).

Menanggapi itu, Bahlil mengaku siap mendampingi para investor yang ingin menanamkan dananya di tanah air. Bahkan, dirinya bakal memberantas seluruh oknum pejabat negara yang terbukti menghambat proses investasi.

"Saya berjanji di dalam rapat yang terhormat ini, yang dihadiri bapak ibu dewan terhormat, dengan penugasan saya sebagai Ketua Satgas ataupun Menteri Investasi, saya siap untuk melakukan pendampingan apabila ada oknum pejabat negara yang mencoba menghalang-halangi proses investasi apalagi investor itu sudah sesuai aturan, kita akan clear-kan," ujar Kepala BKPM ini.

Janji yang dilontarkan Bahlil pun ditanggapi oleh anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid. Menurut dia, saat ini banyak izin investasi di sektor lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) yang siap dieksekusi. Namun, pada kenyataannya proses investasi tersebut belum bergerak.

Berlanjut ke halaman berikutnya.