Geliat Belanja di Ramadhan dan Idul Fitri Sumbang Inflasi Mei 0,32%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 02 Jun 2021 11:31 WIB
Ilustrasi Uang Receh Konsumsi Rupiah Inflasi Belanja
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Inflasi pada Mei 2021 sebesar 0,32%. Inflasi didorong oleh naiknya permintaan makanan untuk Ramadhan dan Idul Fitri.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menjelaskan inflasi bahan makanan disumbang oleh daging ayam ras dengan andil 0,04% dan jeruk serta daging sapi dengan andil 0,02%.

"Andil inflasi untuk bahan makanan daging ayam ras 0,04%, dan juga untuk tarif angkutan udara. Komoditas makanan lainnya jeruk dan daging sapi berikan andil 0,02%," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (2/6/2021).

"Ada juga terkait komoditas minyak goreng, emas perhiasan serta tarif angkutan antar kota," tambahnya.

Ada juga beberapa komoditas lain yang mengalami inflasi dengan andil 0,01%, seperti nasi dengan lauk, tarif parkir, ayam hidup, kereta api, maupun kentang.

"Jadi kenaikan di bulan Mei akibat adanya puasa maupun hari raya terasa sekali meningkatkan inflasi di bulan Mei," katanya.

Jika dilihat dari 11 kelompok pengeluaran, inflasi terbesar terjadi pada makanan dan minuman serta tembakau 0,38%

"Kalau dirinci lebih dalam makanan minuman dan tembakau andilnya 0,09%. Untuk rokok dan tembakau 0,01%, beralkohol dan tidak beralkohol andilnya sangat kecil sekali," ujarnya.

Sedangkan transportasi inflasinya 0,71%, perawatan pribadi 0,04%. Perawatan pribadi adalah emas perhiasan.

"Transportasi 0,08%, inflasinya 0,71%," ujarnya.

Setianto mengungkapkan inflasi bulan ke bulan Mei tercatat sebesar 0,24%. Sementara inflasi inti di bulan April sebesar 0,14%.

"Jadi kalau kita lihat trennya antara 2021 inflasi inti bulan Mei 2021 melampaui inflasi bulanan di tahun 2020," katanya.

(ara/ara)