DPR Tak Setuju Anggaran Kemenperin Turun Jadi Rp 2,6 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 02 Jun 2021 20:15 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Menperin Agus Gumiwang/Foto: Dok. Kemenperin
Jakarta -

Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tidak menyetujui penurunan anggaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang turun jadi Rp 2,61 triliun. Besaran tersebut tertuang dalam pagu indikatif tahun anggaran 2022.

Angka tersebut turun 17% dari tahun 2021 yang sebesar Rp 3,18 triliun. Ini tertuang dalam kesimpulan rapat kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

"Komisi VI DPR RI tidak menyetujui turunnya anggaran di Kementerian Perindustrian RI. Selanjutnya Komisi VI DPR RI akan membahas masing-masing program lebih lanjut secara detail dalam RDP," kata pimpinan raker Komisi VI DPR Gede Sumarjaya, Rabu (2/6/2021).

Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Agus Gumiwang mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp 3 triliun dan meminta dukungan parlemen untuk menyetujui usulan tersebut.

"Kami dari Kemenperin memohon dukungan dari Komisi VI DPR untuk juga memperjuangkan dalam Banggar, dan saya kira komitmen kita bersama, mendukung sektor industri manufaktur yang berbagai macam data yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, maka wajar saja apabila yang kami usulkan bisa berkenan dari Komisi VI bisa membantunya," kata Agus

Agus menjelaskan, usulan tambahan anggaran yang mencapai Rp 3 triliun ini terdiri dari dua kategori. Pertama, anggaran program superprioritas yang mencapai Rp 1,39 triliun. Kedua, program pendukung yang mencapai Rp 1,61 triliun.

Dia menyebut, tambahan anggaran yang diusulkan untuk program superprioritas ini ada 11 program seperti pengadaan infrastruktur pendukung Program Pengendalian IMEI (International Mobile Equipment Identity) yang bertujuan untuk mengurangi ledakan ponsel ilegal, serta meningkatkan pertumbuhan industri elektronika dalam negeri melalui perbaikan ekosistem investasi dan pengawasan barang ilegal.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2