Punya Pesawat Supersonik, Maskapai Ini Bakal Buka Penerbangan Ultra Cepat

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 04 Jun 2021 11:36 WIB
pesawat supersonik boom
Foto: (CNN Travel) Ilustrasi
Jakarta -

Maskapai penerbangan United Airlines mengumumkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan untuk membeli 15 pesawat jet supersonik. Dengan pesawat pesawat jet supersonik tersebut, United Airlines berencana untuk membuka jasa penerbangan ultra cepat pada tahun 2029 mendatang.

Bila maskapai ini dapat menindaklanjuti rencananya, ini akan menjadi penerbangan supersonik komersial pertama sejak larangan terbang jet Concorde pada tahun 2003.

Melansir dari CNN, Jumat (4/6/2021), United Airlines membeli jet supersonik tersebut dari perusahaan produksi pesawat Boom Supersonic. Pesawat supersonik yang dijuluki 'Overture' itu dijadwalkan akan selesai pada tahun 2025, memulai penerbangan uji coba pada tahun 2026 dan beroperasi untuk membawa penumpang pada tahun 2029.

Pesawat ini dapat terbang dengan kecepatan Mach 1,7 atau kira-kira dua kali lebih cepat dari pesawat jet komersial saat ini.

"United terus bergerak dalam 'lintasannya' untuk membangun maskapai penerbangan yang lebih inovatif dan berkelanjutan dan kemajuan teknologi saat ini membuatnya lebih layak untuk memasukkan pesawat supersonik," kata CEO United Airlines Scott Kirby.

Meski demikian, banyak dari para ahli kedirgantaraan menyatakan keraguannya bahwa penerbangan supersonik dapat benar-benar direalisasikan. Sebab penerbangan pesawat supersonik secara komersil dianggap 'tidak masuk akal' secara ekonomi bagi sebuah maskapai penerbangan. Diperlukan tarif yang sangat besar untuk melakukan penerbangan tersebut.

"Anda perlu menemukan penumpang dengan tarif premium penuh yang cukup untuk membenarkan (pembelian) pesawat (supersonik tersebut). Semoga berhasil dengan itu," kata Richard Aboulafia, seorang analis kedirgantaraan di Teal Group.

Belum lagi seperti yang sudah diketahui sebelumnya, saat ini banyak maskapai penerbangan telah mengerem pembelian pesawat mereka sejak tahun lalu dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang terus memangkas jumlah penumpang mereka.



Simak Video "Sederet Maskapai Dunia yang Bangkrut Gara-gara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)