Menkop Sarankan Petani Kakao Bali Bentuk Korporatisasi, Ini Tujuannya

Yudistira Imandiar - detikFinance
Selasa, 08 Jun 2021 14:21 WIB
Kemenkop UKM
Foto: Kemenkop UKM
Jakarta -

Selain pariwisata, Bali memiliki potensi komoditas kakao berkualitas baik. Oleh sebab itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong Bali untuk memaksimalkan potensi kakao sebagai komoditas unggulan.

Teten menyarankan petani kakao di Pulau Dewata menjalankan korporatisasi petani melalui koperasi. Menurutnya, korporatisasi tersebut dapat memperbaiki ekosistem UMKM agar dapat ditata dengan baik.

"Catatan saya misalnya di sektor pertanian, sulit di Indonesia ini untuk menghadirkan corporate farming yang modern, punya kapasitas produksi yang besar, produknya kuat, dan daya saing kuat. Karena petani kita perorangan dan berlahan sempit. Ini mesti diperbaiki," kata Teten dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).

Teten menambahkan Presiden Joko Widodo telah memerintahkan beberapa menteri untuk melakukan korporatisasi petani. Korporatisasi memudahkan petani untuk memperoleh pembiayaan dari perbankan.

"Jadi bagaimana lembaganya diperbaiki baik dari korporasi dan koperasi dan terhubung dengan offtaker jadi pembiayaan mau masuk. Kenapa bank nggak mau membiayai? Karena sektor pertanian ini punya risiko tinggi. Tapi kalau dipastikan ada offtaker-nya, pasti bagus. Ini perlu ditata dengan baik," jelas Teten.

Teten mengulas komoditas kakao di Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana merupakan komoditas kakao nomor satu di Indonesia. Namun, Teten mengungkapkan para petani kakao di Jembrana masih menghadapi beberapa kesulitan, seperti untuk memastikan biji kakao yang diproduksi memiliki standar mutu yang sama.

"UMKM jangan lagi sebagai ekonomi marjinal tapi kita dorong ke industrialisasi. Kalau di Jembrana kita harus besarkan industri kakao. Kita harus berani. Kita lihat peluang di daerah itu dan dorong ke sana. Kita harus mulai masuk industrialisasi," papar Teten.

Selain itu, Menteri kelahiran Garut, Jawa Barat ini menekankan dalam kondisi pandemi COVID-19, Bali harus bisa memanfaatkan digitalisasi. Ia mencontohkan para pengusaha dapat memasarkan produknya secara digital untuk menjangkau wisatawan domestik dan mancanegara yang rindu akan kuliner dan cinderamata khas Bali.

"Dalam kondisi ini Bali harus menjemput bola. Wisatawan mancanegara dan lokal itu rindu akan Bali. Dengan memanfaatkan market digital, Bali bisa memulihkan kondisi perekonomiannya lagi," cetus Teten.

Sebagai informasi, gagasan tersebut disampaikan Menkop dalam acara Pengukuhan Komite Inovasi dan Ekonomi Kreatif Daerah Jembrana di Denpasar, Senin (7/6). Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Ketua ICCN Tb Fiki Satari. Pemkab Jembrana dan ICCN sepakat bersama-sama mendorong pengembangan UMKM berbasis ekonomi kreatif berikut langkah transformasi digital.



Simak Video "Ini Dia 13 Jenis Produk Impor yang Kini Dilarang Dijual di Shopee!"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/hns)