RI Ekspor Tisu ke Australia hingga Jamaika

Faiq Azmi - detikFinance
Kamis, 10 Jun 2021 22:15 WIB
Indonesia ekspor tisu ke Australia hingga Jamaika
Foto: Faiq Azmi/detikcom
Mojokerto -

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melepas ekspor tisu di Kabupaten Mojokerto. Dalam pelepasan ekspor tisu di PT Sun Paper Source, ada sebanyak 136,3 ton tisu yang diekspor ke berbagai negara.

"Ekspor hari ini total 136,3 ton dalam 11 kontainer. Tujuannya, Australia, Malaysia, Amerika Serikat, dan Jamaica. Nilai total sekitar lebih dari US$ 134 ribu," ujar Presiden Direktur PT Sun Paper Source Ventje Hermanto, Kamis (10/6/2021).

Jerry mengatakan, Kemendag sangat fokus mengembangkan ekspor nasional.

"Fokus kita mengembangkan ekspor nasional. Sesuai arahan Bapak Presiden adalah bagaimana kita bisa meningkatkan volume-volume ekspor, dan juga dalam rangka meningkatkan neraca perdangangan," ujar Jerry di PT Sun Paper Source.

Selain itu posisi ekspor Indonesia saat ini lebih besar ketimbang impor. Ia menyebut, dari data BPS per-April 2021, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 7,71 miliar. Ia meyakini, surplus tahun ini bisa melewati angka pada tahun 2020 lalu sebanyak US$ 21,9 miliar.

"Pelaku usaha agar bisa meningkatkan produk lokalnya dan bagaimana bisa membuat pasar ekspor lebih berjaya. Pelepasan ekspor momen baik, bahwa produk-produk Indonesia merknya bagus dan bisa menguasai pasar global," ungkapnya.

Ia meminta Pemprov dan Pemda di Kabupaten/Kota di Jatim untuk terus mengidentifikasi produk lokal agar bisa ditemukan dengan para pelaku bisnis di luar negeri. Apalagi, banyak produk Indonesia yang sebenarnya memiliki kualitas bagus, namun lokasinya banyak di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan.

Selain itu, ia meminta Pemprov dan Pemkab terus mengembangkan produk agar bisa diekspor. Dengan catatan, produk yang tepat sasaran, guna meningkatkan neraca perdagangan.

"Kondisi pandemi ini kan rata seluruh dunia. Kita atasi salah satunya dengan mengambil benefit dari perjanjian dagang yang kami lakukan dan usahakan. Tugas Wamen, menyelesaikan, mempercepat, eksekusi perjanjian dagang. Hari ini kita sudah 23 di seluruh dunia, dan on going 12," terangnya.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menyatakan, pihaknya terus berupaya menggenjot produksi lokal untuk terus bisa bersaing di level internasional. Tentunya, guna meningkatkan ekspor dari Jatim.

"Di jatim ekspor stabil, impor turun. Artinya neraca perdagangn positif di Jatim, kita harap ini satu pemicu semangat, agar industri di Jatim yang menyumbang 1/4 industri Indonesia bisa berorientasi ekspor. Adanya Perpres nomor 80 tahun 2019, kita harap industri yang ada di Gerbangkertasusila bisa lebih kompetitif, sehingga bisnis-bisnis yang orientasinya ekspor bisa berdaya bersaing. Dengan memanfakan perjanjian perdagangan yang diperjuangkan Kemendag," ungkapnya.

(hns/hns)