Ngenes! PPnBM 0% Mobil Baru Diperpanjang Kala Sembako Mau Dipajaki

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 13 Jun 2021 13:27 WIB
Coronavirus / Covid-19 Small Business Administration Paycheck Protection Program -  US small business administration response to the coronavirus pandemic a paycheck protection program application and tax documentation to help small businesses survive the pandemic and recession.
Ilustrasi PPnBM 0% utuk Mobil (Foto: Getty Images/iStockphoto/mphillips007)
Jakarta -

Kebijakan diskon penjualan barang mewah (PPnBM) 100% alias PPnBM 0% untuk mobil baru diperpanjang. Kebijakan ini keluar di tengah kondisi masyarakat mempertanyakan rencana pemungutan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sembako hingga sekolah.

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, kebijakan tersebut akan menyakiti perasaan masyarakat. Apalagi, dia bilang, kebijakan ini tidak terbukti efektif mengerek penjualan mobil.

"Menurut saya, menyakiti perasaan masyarakat. Karena di tengah situasi begini bukannya sama-sama prihatin, sama-sama masyarakat lagi kurang, ternyata diperpanjang. Toh kebijakannya juga tidak terlalu efektif," katanya kepada detikcom, Minggu (13/6/2021).

Tauhid mengutip data CEIC yang diambil dari Gaikindo, mengatakan, setelah kebijakan tersebut penjualan mobil naik menjadi 84.915 pada bulan Maret. Namun, kemudian turun menjadi 78.908 di di April dan 54.815 di Mei.

"Artinya apa, ya kebijakan pemerintah hanya bisa di bulan Maret aja naiknya setelah itu kembali. Naiknya naik sedikit, tidak terlalu mendorong," ujarnya.

Sementara, Ekonom Center of Reform of Economics (CORE), Yusuf Rendi Manilet menilai, masyarakat juga perlu memahami komunikasi yang dibangun pemerintah tidak utuh. Dia mengatakan, PPN untuk sembako hingga saat ini masih sebatas wacana.

"Artinya yang beredar sekarang belum tentu juga akan terjadi karena baru masih sebatas wacana. Terus rencana undang-undang juga masih dibahas. Kalaupun misalnya jadi itu kemudian paling cepat tahun depan atau dua tahun lagi kalau seandainya merujuk pada proses-proses pengenaan perubahan PPN sebelum-sebelumnya," terangnya.

Dia menjelaskan, kedua topik ini mesti dipandang secara adil. Dia bilang, PPnBM 0% memiliki tujuan untuk menjadi stimulus perekonomian di tengah pandemi COVID-19.

"Yang PPN yang beredar saat ini terkait bahan pokok bagian dari rencana pemerintah dalam melakukan reformasi KUP," katanya.

Memang, dia mengakui, PPnBM 0% memberi dampak terhadap kenaikan penjualan mobil baru. Namun, untuk melihat dampak tersebut harus dilihat sampai akhir tahun.

"Tetapi kita perlu melihat khususnya PPnBM 0% peningkatan yang terjadi di bulan Maret, April, Mei tersebut saya kira juga tidak terlepas dari momentum bulan Ramadan dan Lebaran sehingga umumnya memang permintaan barang dan jasa sering kali meningkat pada momen-momen tersebut," katanya.

"Kalau kita bicara dampak PPnBM ada hasil yang dirasakan pemerintah tapi apakah hasil ini akan konsisten sampai dengan akhir tahun? Ini yang saya kira tergantung pemerintah dalam misalnya menjaga daya beli sampai dengan akhir tahun nanti," tambahnya.

(upl/upl)