Diminta Pemerintah, Perkantoran Jakarta Terapkan WFO 25%?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 21 Jun 2021 18:15 WIB
Sejumlah pegawai kembali bekerja di kantor usai sebelumnya bekerja dari rumah. Guna cegah virus Corona para pegawai pakai face shield hingga masker saat bekerja
Diminta Pemerintah, Perkantoran Jakarta Terapkan WFO 25%?
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Indonesia kembali 'ngegas' alias melonjak secara signifikan. Bahkan kondisi Jakarta disebut sedang tidak baik-baik saja.

Ketua Umum Asosiasi Profesi Pemeliharaan Gedung atau Building Engineering Association (BEA) Mardi Utomo mengatakan gedung perkantoran di Jakarta secara umum akan mengikuti aturan pemerintah untuk menerapkan Work From Home (WFH) 75% dan Work From Office (WFO) 25% mulai besok.

"Sebetulnya penguatan PPKM Mikro ini kan mulai besok 22-5 (Juli). Jadi karena hari ini baru diputuskan pemerintah, tentunya selama ini yang berlaku masih 50% WFH 50% WFO. Dengan adanya hari ini diputuskan dalam sidang kabinet terbatas tadi kemudian diusulkan 25%, pihak swasta atau gedung-gedung komersil di Jakarta pasti tentunya akan menyesuaikan," katanya kepada detikcom, Senin (21/6/2021).

Meski begitu, realisasi 75% WFH dan 25% WFO diakui Mardi butuh penyesuaian sampai beberapa hari ke depan. Pasalnya informasi dadakan itu bisa mengganggu rencana kerja yang sudah disiapkan.

"Nggak bisa drastis langsung besok, kemungkinan masih butuh waktu beberapa hari ke depan karena mereka pasti akan menyesuaikan," imbuhnya.

Berdasarkan catatannya, sampai saat ini belum ada laporan perkantoran di Jakarta yang memutuskan untuk 'lockdown' gedung dengan 100% WFH. Hal itu diklaim karena pihaknya selama ini telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan tidak ada klaster penyebaran COVID-19.

"Hampir beberapa bulan terakhir klaster itu paling banyak terjadi di rumah tangga, tempat peribadatan atau pasar tradisional itu lebih abai terhadap protokol kesehatan. Tapi kalau gedung komersial di Jakarta dan sekitarnya umumnya mereka sangat amat ketat," imbuhnya.

"Mana ada sekarang gedung di Jakarta atau di seputaran Jakarta masuk gedung tanpa masker atau tidak disediakan cuci tangan, hampir semuanya tidak ada. Makanya kalau lockdown dengan 100% WFH itu sekarang ini belum ada laporan," katanya.

"Kalau untuk sterilisasi gedung karena ada yang positif COVID-19 itu pasti (ada). Jadi lockdown-nya mungkin hanya sehari atau 24 jam itu pasti dilakukan," tambahnya.

(fdl/fdl)