Jokowi Tetap Pilih PPKM Mikro Dibanding Lockdown: Tak Perlu Dipertentangkan

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 23 Jun 2021 16:41 WIB
Jakarta -

Meningkatnya kasus COVID-19 belakangan ini menimbulkan dorongan agar pemerintah menerapkan lockdown. Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dirinya tetap memilih Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Jokowi mengakui pemerintah sudah menerima banyak masukan terkait kondisi saat ini. Dirinya menyambut baik setiap masukan yang ada.

"Kami menyambut baik setiap masukan baik pribadi, kelompok atau masyarakat, termasuk memberlakukan kembali PSBB dan lockdown mengingat lonjakan kasus positif yang sangat pesat," ucapnya disiarkan dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/6/2021).

Pemerintah, lanjut Jokowi, telah mempelajari berbagai opsi yang ada untuk meredam amukan COVID-19. Pemerintah juga mempertimbangkan opsi itu dengan kondisi ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia. Hasilnya Jokowi tetap memutuskan PPKM mikro yang dipilih.

"Juga pengalaman-pengalaman dari negara lain dan pemerintah telah memutuskan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan COVID-19 hingga ke tingkat desa atau langsung menuju ke akar masalah yaitu komunitas," terangnya.

Jokowi pun menjelaskan alasan kenapa dia memilih PPKM mikro. Menurutnya PPKM mikro paling cocok dengan situasi saat ini karena bisa dilakukan tanpa mematikan ekonomi rakyat.

"Saya sampaikan bahwa PPKM mikro dan lockdown memiliki esensi yang sama yaitu membatasi kegiatan masyarakat. Untuk itu tidak perlu dipertentangkan jika PPKM mikro terimplementasi dengan baik, tindakan-tindakan di lapangan yang terus diperkuat, semestinya laju kasus bisa terkendali. Persoalannya PPKM mikro saat ini belum menyeluruh dan masih sporadis di beberapa tempat," ucapnya.

Oleh karena itu dia meminta kepada pemerintah daerah mulai dari gubernur, bupati, dan wali kota agar berkomitmen menerapkan PPKM mikro secara maksimal.

detikcom kemarin melakukan polling untuk mengetahui pendapat pembaca terkait seruan Jakarta lockdown, hasilnya dari 581 suara, sebanyak 406 orang menyatakan setuju Jakarta lockdown, sedangkan sebanyak 175 orang tidak setuju dengan wacana tersebut.

(das/ara)