Kemenhub Buka Suara soal Maskapai dari RI Dilarang Terbang ke Hong Kong

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 24 Jun 2021 16:13 WIB
Ilustrasi Penerbangan, ilustrasi pesawat, pesawat terbang, ilutrasi perjalanan, pesawat
Foto: Getty Images/Maja Hitij
Jakarta -

Kementerian Perhubungan buka suara mengenai larangan terbang maskapai dari Indonesia menuju Hong Kong. Awalnya larangan ini diberikan kepada Garuda Indonesia yang disebut membawa penumpang positif COVID-19.

Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menyatakan peraturan larangan terbang dari Indonesia oleh otoritas Hong Kong bersifat universal. Menurutnya, sejak Garuda dilarang terbang otomatis larangan ini juga berlaku untuk seluruh maskapai yang terbang ke Hong Kong dari Indonesia.

"Cathay Pacific juga mendapatkan sanksi yang sama," kata Novie melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (24/6/2021).

Novie menilai larangan terbang ini sah-sah saja diberlakukan. Menurutnya, semua negara berhak melakukan upaya mencegah penyebaran virus COVID-19 masuk ke negaranya.

"Prinsipnya semua negara berhak melakukan hal-hal untuk mencegah penyebaran virus masuk ke negaranya," ungkap Novie.

Sebagai informasi, pemerintah Hong Kong telah mengumumkan semua penerbangan penumpang dari Indonesia dilarang masuk ke Hong Kong. Hal ini terjadi karena buntut adanya penumpang asal Indonesia yang dinyatakan positif COVID-19.

Dilansir dari keterangan Kementerian Luar Negeri, Kamis (24/6/2021), pemerintah Hong Kong menetapkan status Indonesia menjadi negara kategori A1 alias memiliki resiko tinggi mulai tanggal 25 Juni. Dengan masuk ke dalam kategori A1, maka semua penumpang penerbangan dari Indonesia tidak diperbolehkan memasuki Hong Kong.

Sebelumnya, otoritas Hong Kong juga mengumumkan bahwa Garuda Indonesia sementara dilarang terbang ke Hong Kong. Hal ini terjadi usai adanya laporan penumpang yang terbukti positif COVID-19 dalam penerbangan dari Jakarta.

Dilansir dari news.gov.hk, Rabu (23/6/2021), rute penumpang Jakarta-Hong Kong dari Garuda Indonesia dilarang beroperasi selama dua minggu mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

Departemen Kesehatan Hong Kong membuat keputusan tersebut setelah empat penumpang Garuda Indonesia pada penerbangan GA876 dinyatakan positif terkena virus hari Minggu, 20 Juni lalu. Hal itu baru diketahui setelah mereka tiba di Hong Kong dari Jakarta.

Tonton juga Video: Siasat Garuda Gelar Rute Penerbangan Internasional di Tengah Pandemi

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Hong Kong Larang Kedatangan Penerbangan asal Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)