Saingan Bisnis Jangan Cuma Modal Produk Unik, Ini Tipsnya!

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 07:30 WIB
Jakarta -

Dalam dunia usaha biasanya keunikan menjadi modal agar bisa menang bersaing di industri. Namun ternyata keunikan itu tidak hanya untuk produk yang dijual, ada keunikan lain yang bisa membedakan dengan pesaing yang lainnya.

Mentor Bisnis dan juga CEO PT Air Mas Perkasa Basuki Surodjo menjelaskan, keunikan dalam bisnis ada dua macam yakni Blue Ocean dan Red Ocean. Kalau Blue Ocean merupakan produk yang unik dengan keuntungan banyak tetapi konsumennya sedikit, sedangkan Red Ocean produk yang umum dengan konsumen banyak tetapi keuntungannya sedikit.

"Kalau Blue Ocean harus branding lagi karena harus memperkenalkan lagi ke konsumen, kalau Red Ocean contohnya saya jualan komputer, semua orang jual komputer untungnya pasti tipis," jelasnya dalam acara d'Mentor, Kamis (24/6/2021).

Dengan perbedaan itu, menurut pria yang akrab disapa Cobaz keunikan tidak harus dalam produk yang dijual. Dia mengungkap keunikan itu bisa dilakukan dengan meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

"Kalau saya di RAJA IT sekarang saya kasih ucapan terima kasih, packaging-nya saya bagusin, pelayanannya lebih ramah, atau ditekankan kalau barang rusak bisa service gratis di layanan kami secara gratis. Itu yang membedakan saya dengan kompetitor lain," terangnya.

Cobaz mencontohkan aktivitas konsumen di salah satu toko online, Tokopedia. Menurutnya keunikan pelayanan terlihat jelas di toko online tersebut, salah satunya dengan merespons cepat chat dari konsumen. Hal itu menurutnya bisa juga bisa mengundang pelanggan lagi.

"Kalau di Tokopedia, kalau adminnya jawabnya lama orang pasti pindah, maka karyawan saya stand by terus 24 jam mungkin gantian. Kalo orang beli dan terus adminnya jawabnya cepet pasti beli lagi ke situ, meski terkadang harganya lebih tinggi sedikit," ungkapnya.

Cobaz menegaskan kalau produk terlalu unik akan sulit dibeli banyak konsumen. Menurutnya jika mau menjual produk sebisa mungkin sesuai yang dibutuhkan konsumen, kalau uniknya tidak dibutuhkan konsumen akan lebih sulit.

"Kalau terlalu unik nggak ada yang beli. Contoh kalo uniknya orang masih butuh ya boleh. Kalau orang nggak butuh ya sama aja. Makanya kita harus pilih mau unik yang mana umum atau antik yang orang mau beli. Kadang kalo Blue Ocean memperkenalkan produk itu susah ke konsumen," katanya.

Selain keunikan dalam segi pelayanan, keunikan dengan siapa bisnis kita berkolaborasi juga bisa menjadi keunikan tersendiri dibandingkan kompetitor lain.

"Kolaborasi dengan influencer itu bisa jadi sesuatu yang unik karena itu misalnya kompetitor lain nggak punya. Bisa dengan digital marketingnya, kita misalnya endorse siapa lalu pengiriman kita dikerenin," tandasnya.

(ara/ara)