Pengusaha Hotel & Restoran Pasrah Hadapi Imbas PPKM Diperketat

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 26 Jun 2021 20:54 WIB
Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diberlakukan di Jawa-Bali. Sejumlah aturan diterapkan, salah satunya batasi jumlah pengunjung restoran jadi 25%.
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Kebijakan pemerintah memperketat PPKM imbas melonjak kasus COVID-19 berpengaruh ke bisnis hotel dan restoran. Apalagi semua kegiatan dibatasi hanya sampai pukul 20.00.

pihak pengusaha pun mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk menjaga pemasukan di tengah kebijakan tersebut

"Kita sudah habis strateginya mau pakai strategi apa lagi, sudah habis. Nggak punya strategi lagi," kata Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono kepada detikcom, Sabtu (26/6/2021).

Dia pun mengaku sudah pasrah dengan keadaan saat ini, "Mau gimana lagi kita pasrah aja," lanjutnya.

Dia mengatakan tingkat kunjungan akan semakin turun drastis, dari sebelumnya hanya 35%-25% pengunjung kemungkinan akan berkurang lagi hingga tersisa 10%-15%.

Namun, Sutrisno menjelaskan kebijakan PPKM tidak bisa dihindarkan karena kewenangan ada di pemerintah, dan peraturan ini juga dilakukan untuk menyelesaikan pandemi.

"Ya memang harus begitu, nanti gimana kalau terjadi penambahan kasus yang besar lagi, kapan mau selesainya pandemi in. PPKM ini nggak apa-apa jika memang betul-betul ngefek," terangnya.

"Keputusan itu kan, kita kan tidak punya pilihan lain lagi, kan kewenangan di pemerintah. Posisinya kan kita prinsipnya ikut pemerintah," sambung Sutrisno.

Langsung klik halaman berikutnya.