Bawang Merah & Cabai Rawit Jadi Andalan Hortikultura Sumenep

Angga Laraspati - detikFinance
Minggu, 27 Jun 2021 17:39 WIB
Kementan
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengunjungi lahan hortikultura di Sumenep, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, dirinya memantau hasil produksi Sumenep berupa bawang merah dan cabai rawit.

"Saat ini saya sedang berada di Kec. Rubaru, Kab. Sumenep. Benar Mas, Pak Mentan memerintahkan kami untuk melihat potensi ekspor hortikultura, sekaligus memastikan ketersediaan produksi cabai dan bawang merah menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) Idul Adha 2021," imbuh Prihasto dalam keterangan tertulis, Minggu (27/6/2021).

Lebih lanjut dalam kunjungan kerjanya di Desa Karangnangka, Kec. Rubaru, Kab. Sumenep-Jatim ini, Prihasto mengapresiasi petani Sumenep yang juga telah mengembangkan cabai rawit varietas lokal. Cabai rawit ini disebut-sebut afiliasi dari varietas Sigantung.

Ada sekitar 40 hektare telah memasuki masa panen dari total 326 hektare. Rata-rata total panen petani bisa mencapai 64 ton per hari untuk memenuhi konsumsi cabai rawit baik di Jawa Timur maupun di Jawa Tengah dan sekitarnya. Menurut petani, saat ini harga cabai rawit di tingkat petani Rp 12.500 per kilogramnya, namun harga itu masih menguntungkan petani.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengaku takjub dengan gebrakan yang telah dilakukan oleh Kementan di Sumenep.

"Kami akan mendukung penuh program Kementan yang akan dilaksanakan di Sumenep, dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Menteri Pertanian SYL yang telah memberikan bantuan kepada petani Sumenep," ucapnya.

Selain mengunjungi pertanaman cabai di Desa Karangnangka, Kecamatan Rubaru, Rombongan Dirjen Hortikultura juga mengunjungi pertanaman bawang merah di Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan.

Sebagai sentra bawang merah off season di Jawa Timur, pertanaman bawang merah varietas rubaru ini diketahui panen 3 kali dalam setahun, dengan luas pertanaman 700 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto siap mewujudkan program yang bisa mengungkit kesejahteraan petani Sumenep. Arif pun menjagokan varietas rubaru ini.

"Bawang merah varietas rubaru ini memiliki kelebihan komparatif, seperti tahan HPT, sangat cocok diolah menjadi bawang goreng, kandungan airnya lebih sedikit, aroma harumnya khas dan gurihnya tidak akan kalah dengan varietas bawang merah yang lain. Insyaallah ke depannya varietas ini akan menembus pasar ekspor," terangnya.

Di sisi lain, Ketua Kelompok Tani Batu Langit Desa Lebeng Barat Kecamatan Pasongsongan, Abdul Adim juga tak menampik jika bawang merah varietas rubaru ini diminati petani untuk dibudidayakan.

"Varietas ini kebanggaan kami, petani juga sangat berminat menanamnya, dan disukai masyarakat, gampang jualnya, dan enak harganya," ucapnya.

Sebagai informasi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memang melakukan terobosan untuk meningkatkan ekspor pertanian dalam bentuk 'merdeka ekspor' yang akan digelar pada Agustus 2021 terhadap seluruh komoditas pertanian termasuk hortikultura.

Peningkatan ekspor merupakan salah satu cara bertindak (CB) Kementerian Pertanian dalam rangka memperkuat perekonomian negara secara teknis diimplementasikan oleh semua jajaran Kementan.

(akn/hns)