Sudah Terbiasa WFH, Aneh Nggak Sih Kalau Harus Ngantor Lagi?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 28 Jun 2021 10:32 WIB
Close up photo of men using phone and laptop in the office
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Jokic
Jakarta -

Sejak 2020 puluhan juta orang telah menjalankan kerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk menghindari paparan COVID-19. Berdasarkan sebuah survei dari Gallup, pada April 2020 tercatat 70% orang Amerika Serikat (AS) telah menjalankan program bekerja dari jarak jauh.

Namun sekarang dikabarkan bahwa banyak perusahaan di seluruh dunia berencana untuk membawa membawa kembali pekerjanya ke kantor.

Mengutip CNBC, Senin (28/6/2021), dalam suatu survei terhadap 350 pemimpin bisnis ditemukan bahwa 70% di antara mereka berencana menjalankan kembali sistem kerja di kantor atau work from office (WFO) dalam kapasitas tertentu dalam beberapa bulan ke depan.

Padahal selama hampir satu setengah tahun terakhir, banyak pekerja yang telah menyesuaikan diri untuk bekerja dari rumah selama pandemi global. Sementara vaksinasi terbukti efektif, banyak perusahaan dan karyawan yang perlu menyesuaikan diri sekali lagi untuk menerapkan cara bekerja dari kantor selama pandemi global.

Lalu apa yang akan terjadi bila banyak karyawan yang terbiasa WFH dan harus kembali ke kantor? Berikut empat kemungkinan yang akan terjadi:

1. Penerapan Kerja Hybrid

Perusahaan terkenal seperti Microsoft, Apple, dan Google mengatakan bahwa mereka akan menggunakan model kerja hybrid, di mana pekerja menghabiskan waktu bekerja baik dari kantor maupun dari rumah. Dikabarkan bahwa akan ada banyak perusahaan yang mulai untuk menerapkan sistem kerja hybrid ini.

2. Muncul Kemacetan

Menurut Amy Webb yang merupakan seorang pendiri Future Today Institute, mengatakan bahwa karena begitu banyak perusahaan yang menganut struktur kerja hybrid, waktu bekerja di kantor sebagian besar akan terpusat dalam beberapa hari dalam seminggu. Dengan kata lain, banyak karyawan kantoran hanya akan berangkat kerja pada hari tertentu saja.

Hal ini diperkirakan dapat menyebabkan peningkatan volume kendaraan di jalan secara signifikan hanya pada hari-hari kerja tertentu saja. Padatnya lalu lintas akan menyebabkan waktu perjalanan yang lebih panjang bagi para pekerja dan akan menghilangkan sebagian waktu kerja yang biasa digunakan oleh pekerja saat menjalankan kerja jarak jauh.

3. Adanya Kecanggungan dan Konflik

Webb mengatakan bahwa dalam 24 bulan ke depan akan menjadi semacam fase 'disorientasi' bagi para pekerja. Para karyawan yang sudah terbiasa bekerja di rumah perlu melakukan penyesuaian ulang untuk kembali dapat kembali beradaptasi dalam kehidupan kantor.

Banyak dari kita harus belajar kembali bagaimana bersosialisasi dan bergaul satu sama lain. Terlebih setelah cukup lama banyak di antara kita yang telah terbiasa untuk berbincang secara virtual.

4. Kontrol dari Karyawan

Welle mengatakan bahwa ke depannya para pekerja akan mengutamakan kontrol waktu kerja mereka seperti di mana dan kapan mereka dapat bekerja di kantor. Setelah terbiasa dengan sistem kerja WFH atau hybrid tadi, banyak karyawan yang akan merasa cukup terbebani untuk kembali bekerja penuh di kantor. Hal ini dikatakan dapat mengurangi produktivitas pekerja.

Simak video 'Momen Erick Thohir Ungkap Utang PLN Rp 500 Triliun!':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)