Perang Harga Swab Antigen di Tengah Lonjakan COVID, Kemenkes Buka Suara

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 01 Jul 2021 07:00 WIB
Meningkatnya kasus Corona di DKI Jakarta menjadi lahan bisnis bagi para klinik untuk menyediakan pemeriksaan tes Swab COVID-19.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Di tengah lonjakan COVID-19 muncul fenomena sejumlah fasilitas kesehatan di Jakarta Selatan membanting harga layanan pengetesan usap (swab) antigen. Hal tersebut terlihat dari berbagai spanduk hingga baliho yang terpasang dengan harga swab test mulai dari Rp 74 ribu sampai Rp 89 ribu.

Alat promosi tersebut menyita perhatian masyarakat karena menggunakan huruf besar, berwarna terang, dan menyebutkan harga di masing-masing tempat pelayanan kesehatan. Penggunaan spanduk dengan harga swab test murah tersebut berada di sekitar kawasan Pancoran dan Buncit Raya.

Berbagai macam tulisan dibuat seakan-akan untuk meyakinkan konsumen bahwa barang yang digunakan sudah terjamin. "Dijamin asli Kemenkes (Bukan Daur Ulang)," tulis spanduk tersebut pantauan detikcom, Rabu (30/6/2021).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, selama ini Kementerian Kesehatan hanya menentukan pelayanan swab test dengan harga jual tertinggi.

Kemenkes telah menetapkan batasan tarif tertinggi pemeriksaan rapid rest antigen sebesar Rp 250 ribu untuk Pulau Jawa dan Rp 275 ribu untuk daerah di luar Pulau Jawa. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran nomor HK.02.02/I/4611/2020 yang dikeluarkan pada tanggal 18 Desember 2020.

Perihal perizinan klinik melakukan pemeriksaan usap (swab test), Nadia mengatakan perizinan berada di lingkup operasional Pemerintah Daerah (Pemda).

"Tidak ada izin dari Kemkes, yang memberikan izin operasional adalah Pemda. Kemkes sudah menetapkan batas atas harga pemeriksaan baik untuk rapid maupun swab PCR," kata Nadia kepada detikcom, Rabu (30/6/2021).

Dia pun mengatakan, Pemerintah Daerah harus melakukan monitoring ke klinik kesehatan yang melakukan pelayanan swab test terkait kualitas alat yang digunakan. Bersamaan dengan itu, laboratorium yang digunakan pun harus dipastikan berasal dari laboratorium terpercaya.

"Pemda harus monitor kualitasnya, pastikan alat tes yang digunakan apa. Dipastikan saja memeriksa di laboratorium terpercaya," ujarnya.

Perihal perang harga yang terjadi di beberapa klinik kesehatan, Nadia berujar, harga tersebut bukan berada di bawah pengawasannya. "Wuaah itu bukan kita ya," tuturnya.

detikcom pun sempat mengunjungi salah satu klinik kesehatan yang menawarkan swab antigen Rp 78 ribu. Berdasarkan penuturan salah satu tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya penurunan harga tersebut dalam rangka promosi. "Iya harganya murah lagi promo, dulu sampai 250 lah," ujarnya.

Simak juga video 'Hati-hati! Tes Swab COVID-19 Sendiri Bisa Bikin Cedera':

[Gambas:Video 20detik]