ADVERTISEMENT

Songket Khas Batu Bara Dibanderol Hingga Rp 4 Juta, Ini Keistimewaannya

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 01 Jul 2021 12:36 WIB
Songket Khas Batu Bara-Inalum
Foto: Pradita Utama/detikcom
Kabupaten Batu Bara -

Siapa yang tak tau songket? Wastra atau kain khas Indonesia ini bisa ditemui di beberapa daerah. Uniknya, masing-masing daerah tersebut memiliki motif songketnya masing-masing.

Nah, salah satu songket yang punya motif indah adalah songket Batu Bara atau songket Melayu. Wastra ini bisa ditemukan di Desa Padang Genting, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Desa ini merupakan salah satu sentra tenun yang digagas oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Utara lho! Tak tanggung-tanggung, ada sekitar 100 penenun yang membuat songket Batu Bara (Melayu) di sini.

"Di satu wilayah desa ini ada banyak pengrajin songketnya, bisa sampai ratusan. Dari provinsi mulai tahun 2021 mulai dinobatkan juga menjadi kampung tenun," kata salah satu pemilik usaha tenun di Desa Batu Bara, Ratna kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Songket Khas Batu Bara-InalumSongket Khas Batu Bara-Inalum Foto: Pradita Utama/detikcom

Untuk songket tenun yang ada di Batu Bara ini memiliki motif yang berbeda juga dengan tenun di daerah lain. Tenun melayu khas Batubara lebih condong bernuansa tumbuh-tumbuhan seperti pucuk rebung, bunga ros, cempaka, semut beriring.

"Untuk di Batu Bara motif yang paling banyak adalah pucuk rebung, pucuk betikam,pucuk caul, pucuk pandan," ungkap Ratna.

Ternyata Ratna pernah menjual sebuah songket yang dibanderol hingga Rp 4.000.000. Ratna menuturkan murah atau mahalnya Songket Batu Bara ditentukan dari bahan yang digunakan, waktu pengerjaan hingga bentuk motifnya.

"1 hari paling banyak 25 cm kalau motifnya gampang, kalau motifnya sulit bisa 10-15 cm. Karena itulah mungkin harganya mahal ya. 1 lembar kain yang agak mudah ya 1 minggu. Paling sulit bisa 1 bulan yang harganya bisa sampai Rp 4.000.000," jelasnya.

Ia pun memaparkan proses pembuatan sebuah songket batu bara. Proses awalnya adalah membeli benang. Kemudian benang-benang tersebut mulai untuk dihani, ini adalah proses pembuatan helaian benang untuk dijadikan lungsi pada alat tenun yang dinamakan hani.

"Kemudian kita gulung, lalu menyosok (memasukkan benang satu persatu di dalam alatnya), baru kita naikkan ke dalam rumahnya baru kita pola dan kita kerjakan. Paling lama 1 minggu untuk 1 gulungan," tuturnya.

Songket Khas Batu Bara-InalumSongket Khas Batu Bara Dibanderol Hingga Rp 4 Juta, Ini Keistimewaannya Foto: Pradita Utama/detikcom

Tapi tenang, tak semua songket Batu Bara punya harga yang fantastis. Ada beberapa di antaranya memiliki harga yang masih ramah kantong. Ratna menjelaskan harga yang tinggi tersebut rata-rata adalah tergantung dari permintaan.

"Dari segi harga ada perbedaannya mulai dari Rp 400.000 - Rp 4.000.000 tergantung bahan pembuatnya karena kan ada dari emas, kristal, sutera, polyester. Untuk ongkos produksi sih tergantung kalau dia bahan dan permintaannya rumit ya akan mahal," ucapnya

"Karena disini sistemnya hitung upah. Bisa Rp 75.000 - Rp 800.000. tergantung seberapa cepat mengerjakan dan motif yang dia buat," tambahnya.

Usaha yang dimiliki Ratna juga menjadi salah satu mitra binaan BUMN PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Inalum resmi menggandeng usaha Ratna pada tahun 2017 dengan memberikan pinjaman modal dan pelatihan pemasaran produk.

"Setelah bergabung mitra dengan inalum ya lebih banyak permintaannya untuk pembuatan souvenir jika ada acara-acara dari inalum, lalu jika ada pameran dari inalum ya kita yang dibawa," katanya

"Produknya bisa berupa sarung/kain songketnya. Keuntungan setelah bergabung dengan mitra inalum ya lumayan sekali meningkat sampai 50% pendapatannya," sambungnya.

Songket Khas Batu Bara-InalumSongket Khas Batu Bara Dibanderol Hingga Rp 4 Juta, Ini Keistimewaannya Foto: Pradita Utama/detikcom

Sebagai informasi, detikcom bersama MIND ID mengadakan program Jelajah Tambang berisi ekspedisi ke daerah pertambangan Indonesia. detikcom menyambangi kota-kota industri tambang di Indonesia untuk memotret secara lengkap bagaimana kehidupan masyarakat dan daerah penghasil mineral serta bagaimana pengolahannya.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/jelajahtambang.



Simak Video "Mengenal Songket, Kain Tradisional Khas Padang Sumatera Barat"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT