Bendungan Ini Ada di Uang Kertas Rp 100, Yuk Lihat Kondisinya Kini

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 30 Jun 2021 13:20 WIB
Air Terjun Sigura-gura - Inalum
Foto: detikcom
Kabupaten Asahan -

Anda pernah perhatikan uang kertas Rp100 yang dulu sempat diproduksi oleh Bank Indonesia pada tahun 1984? Nah, pada satu sisi gambar dari uang kertas jadul ini, terdapat gambar bendungan yang lokasinya berada di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Berbeda dari uang kertas yang sudah ditarik pada tahun 1995, bendungan yang ada pada uang tersebut tetap berdiri megah di tempat yang sama. Bendungan tersebut adalah Bendungan Tangga yang mulai beroperasi tahun 1982.

Tim detikcom berkesempatan untuk mengunjungi bendungan ikonik yang pernah ada di uang Rp100 ini beberapa waktu lalu. Perjalanannya sekitar 1 setengah jam dari Danau Toba yang juga menjadi danau ikonik di Sumatera Utara.

Sepanjang perjalanan, kami disuguhkan dengan pemandangan ciamik dengan rimbunnya pohon dan juga air terjun yang tinggi. Jalanan lika-liku dan naik turun membuat perjalanan 1 setengah jam jadi tidak terasa karena keindahan alam.

Ketika sampai di Bendungan Tangga, panorama yang dilihat bak menghipnotis mata. Bendungan ini seakan menjadi bangunan megah di tengah hutan hijau. Angin semilir pun menyambut tim detikcom diiringi hawa sejuk.

Pantauan detikcom, bendungan ini berada di pertemuan dua aliran Sungai Asahan. Selain itu, lingkungan yang berada di sekitar bendungan juga tetap asri dan menjadikannya sebagai bendungan yang indah dipandang.

Bendungan ini memiliki tinggi 82 meter dengan debit air normal 111,9 m kubik per detik. Bangunan yang terbuat dari beton ini memiliki bentuk cekungan atau yang biasa disebut dengan bendungan tipe busur. Karenanya, bendungan Tangga menjadi bendungan dengan tipe busur pertama di Indonesia.

PLTA milik Inalum ini memiliki pusat listrik di permukaan tanah dengan 4 generator. Masing-masing generator mampu menghasilkan listrik sebesar 79,2 MW.

"PLTA Tangga menjadi PLTA milik Inalum yang memiliki kapasitas listrik yang besar. PLTA ini mampu menghasilkan listrik hingga 317 MW," ungkap Deputy Corporate Secretary Inalum Mahyaruddin Ende kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Air Terjun Sigura-gura - InalumAir Terjun Sigura-gura - Inalum Foto: detikcom

Kerennya, PLTA ini juga menjadi sumber untuk air terjun tertinggi yang ada di Indonesia yaitu Air Terjun Ponot atau Siguragura. Memiliki tinggi sekitar 250 meter, menjadikan air terjun ini lebih tinggi dari Monumen Nasional yang ada di Jakarta dengan tinggi hanya 132 meter.

Tak hanya PLTA Tangga saja yang dimiliki oleh Inalum. Pemain utama pasar aluminium dalam negeri ini juga memiliki PLTA Siguragura yang letaknya berada tak jauh dari PLTA Tangga. PLTA ini merupakan PLTA dengan pusat listrik di bawah tanah.

Tim detikcom juga berkesempatan untuk datang ke bendungan yang dibangun pada 1978 dan mulai beroperasi di tahun 1981. Bendungan ini memiliki tinggi sekitar 43 meter dengan kapasitas debit air normal hingga 105,4 meter kubik per detik.

Bendungan ini memiliki 4 generator yang letaknya 200 meter di bawah permukaan tanah. Untuk masuk ke tempat ini, kami harus melewati terowongan sepanjang 1 kilometer. Walau di dalam tanah, tetapi hawa dingin tetap menyertai.

Di bagian generator, ada 4 lantai yang mempunyai peran berbeda-beda. Di lantai paling atas, merupakan level atas generator dengan lampu indikator angka 1 hingga 4. Lampu indikator tersebut sebagai petunjuk apakah generator beroperasi dengan baik.

Sedangkan untuk lantai selanjutnya merupakan bagian-bagian dari generator yang memiliki bunyi cukup kencang. Kami pun tidak diizinkan untuk mendekat ke generator-generator tersebut untuk alasan keselamatan.

Lanjut ke halaman berikutnya.